Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

PT RNT Utama Indonesia Tegal Bantah Terlibat Kasus Viral TPPO Kamboja

Pertemuan PT RNT Kota Tegal dengan keluarga korban TPPO Kamboja/IST

TEGAL — Pemberitaan mengenai dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa Muhammad Bagas Saputra (22) asal Sukabumi di Kamboja mendadak viral.


PT RNT Utama Indonesia ikut terseret dalam kasus TPPO Kamboja itu meski tak lagi memiliki keterkaitan apa pun dengan Bagas.


Perusahaan legal berbasis pelaut menyatakan telah resmi memutus hubungan kerja dengan Bagas sejak akhir Juni 2025.


Pihak manajemen PT RNT Utama Indonesia akhirnya angkat suara.


Ahmad Faisal Amin, Legal Corporate PT RNT Utama Indonesia, menegaskan tidak pernah mengirim Bagas ke Kamboja, apalagi sebagai tenaga kerja nonformal yang kini justru disebut jadi korban TPPO.


Ia menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan pemberitaan itu. 


“Bagas memang pernah menjadi awak kapal melalui kami, tapi hubungan kerja itu sudah putus per 27 Juni 2024,” ujarnya, Minggu malam 6 Juli 2025.


Ia bahkan menunjukkan bukti tiket pemulangan Bagas ke Indonesia yang telah difasilitasi pihak perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab terakhir mereka.


Setelah itu, perusahaan tak tahu-menahu soal keberangkatan Bagas ke Kamboja.


Pernyataan senada datang dari keluarga Bagas sendiri.

Perwakilan perusahaan sempat mendatangi rumah keluarga MBS di Sukabumi dan bertemu langsung dengan sang kakak, Muhammad Rangga Saputra.


“Pihak keluarga menyampaikan bahwa mereka tidak pernah menyebut nama perusahaan dalam kasus yang menimpa Bagas,” tutur Faisal.


Keluarga juga membantah telah menyebar foto Bagas mengenakan atribut perusahaan yang kemudian beredar luas di media sosial.


Akibat berita tersebut, perusahaan mengaku menerima banyak pertanyaan dan keraguan dari mitra kerja serta masyarakat sekitar terkait kredibilitas mereka sebagai agensi resmi awak kapal.


Perusahaan menyatakan turut prihatin atas kondisi yang dialami Bagas dan mendoakan agar proses pemulangan dari Kamboja dapat berjalan lancar.


Namun mereka meminta publik untuk objektif dan tidak buru-buru menghakimi tanpa dasar yang kuat.


“Kami bukan penyalur TKI ilegal, dan kami tidak pernah mengirim Bagas ke Kamboja,” kata Faisal.


PT RNT Utama Indonesia juga menyampaikan terima kasih kepada AP2I dan SBMI Sukabumi yang memfasilitasi pertemuan dengan keluarga Bagas.


Saat masih menjadi pelaut, Bagas memang tercatat sebagai anggota AP2I.


“Pertemuan itu sangat penting untuk meluruskan berbagai miskonsepsi yang berkembang di publik,” tutup Faisal.