BATANG — Setelah berbulan-bulan aliran air dari Perumda Sendang Kamulyan tidak lancar, Warga Kabupaten Batang akhirnya bisa bernapas lega. Pasokan air baku di Batang kembali normal setelah dilakukan perluasan jaringan.
Plt Direktur Utama Perumda Sendang Kamulyan Mulyono, memastikan bahwa distribusi air bersih di Batang telah kembali normal.
Penyambungan pipa dari sumber air Pager Ukir rampung per 10 Juni 2025, sehingga pasokan air baku di Batang kembali normal.
“Sudah masuk pelanggan dan tidak mengganggu pelanggan lama,” kata Mulyono saat ditemui di kantor Perumda Sendang Kamulya, Selasa 17 Juni 2025.
Sumber Pager Ukir menyumbang debit 40 liter per detik, menutupi sebagian besar kekurangan yang sebelumnya menghantui warga Batang.
“Ini menggantikan yang hilang akibat banjir di awal tahun,” ujar Mulyono.
Sebelumnya, banjir bandang menyebabkan kerusakan parah di infrastruktur air utama, Tuk Bismo, hingga kehilangan pasokan mencapai 70 liter per detik.
“Sungai yang dulu lebarnya lima meter sekarang jadi dua puluh lima meter. Infrastruktur kami tenggelam semua,” beber Mulyono.
Kini, dengan tambahan pasokan dari Pager Ukir, distribusi air di kawasan terdampak sudah kembali mengalir dengan lancar.
“Pelayanan sudah kembali normal. Laporan tidak mengalir pun sudah jauh berkurang,” tegas Mulyono.
Namun begitu, Perumda masih bersikap hati-hati dalam menerima pelanggan baru.
“Kita lihat dulu kondisi. Harus diimbangi dengan kapasitas yang ada,” lanjutnya.
Selain Pager Ukir, Perumda juga tengah mengevaluasi potensi sumber tambahan di wilayah Petanglong.
Sementara itu, sumber Bismo masih menjadi perhatian karena banyak infrastruktur vitalnya yang terkubur pascabanjir.
“Bismo sebenarnya punya kapasitas cukup, tapi kami belum bisa gali lebih dalam sampai ada kejelasan,” ujarnya.
Langkah penyambungan pipa baru ini membuktikan komitmen Perumda Sendang Kamulyan dalam mengembalikan layanan air yang sempat lumpuh.
Dengan jumlah pelanggan mencapai 60.400 sambungan, pelayanan yang stabil adalah keniscayaan.
Masyarakat pun mulai merasakan dampak langsung dari normalisasi tersebut.
“Kami pastikan sudah normal kembali,” tutup Mulyono.