Brebes — Potensi besar hasil jagung di Desa Kubangputat, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes langsung dilirik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi.
Hasil bumi yang melimpah namun belum digarap maksimal ini dikembangkan mahasiswa KKN Bersama ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga Desa Kubangputat.
Mereka Bersama menginisiasi program inovasi kuliner berbahan dasar jagung. Masyarakat diajak untuk memanfaatkan jagung menjadi produk bernilai jual tinggi, yaitu selai jagung dan puding jagung.
Bukan hanya sebatas direbus dan dibakar, namun diolah menjadi berbagai menu yang menggugah selera dan bernilai lebih.
Perwakilan PKK Desa Kubangputat Vista Bunga menyampaikan bahwa program tersebut sangat bermanfaat. Karena mampu meningkatkan keterampilan ibu-ibu desa dalam mengolah bahan pangan lokal.
“Terima kasih karena sudah mengadakan acara yang tentunya bermanfaat bagi ibu-ibu PKK yang hadir untuk bisa menambah ilmu terutama dalam mengolah jagung menjadi selai dan puding jagung,” ujar Vista, Jumat 1 Agustus 2025.
Selain itu perwakilan ibu PKK lainnya yang tergabung dalam anggota Posyandu Desa Kubangputat juga mengatakan senang bisa diperkenalkan pengolahan jagung terutama untuk puding jagung yang nantinya bisa digunakan untuk kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu Desa Kubangputat.
Mahasiswa KKN juga membantu memberikan edukasi terkait pemasaran digital sederhana melalui media sosial, agar produk dapat dikenal lebih luas.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Juli 2025 yang diikuti juga kegiatan sosialisasi pemasaran digital seperti Shopee, dan juga sosialisasi affiliate yang tentunya bisa menjadikan adanya kemandirian ekonomi pada warga Desa Kubangputat.
"Dengan adanya program kerja ini, diharapkan Desa Kubangputat tidak hanya dikenal sebagai desa penghasil jagung, tetapi juga sebagai desa kreatif yang mampu mengolah hasil pertaniannya menjadi produk bernilai tambah tinggi," kata Kordes Mahasiswi KKN Abdulrahman.
Sebagai informasi, Desa Kubangputat dikenal sebagai salah satu desa dengan hasil jagung yang melimpah. Desa tersebut bahkan bisa mengirimkan hasil panennya ke Pasar Induk (Jakarta), Semarang, Cilacap, hingga Bogor.(meiwan)