BATANG — Program pelatihan ketenagkerjaan Dapat Kerja (Daker) dari Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan menelurkan 260 peserta.
Ratusan peserta Daker itu akan langsung disalurkan ke pabrik yang sudah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Batang.
Ia menyatakan bahwa program pelatihan ini harus berujung pada penempatan kerja, bukan hanya sekadar pelatihan seremonial.
"Ini bukan sekadar pelatihan kerja, tapi pelatihan dapat kerja," kata Faiz saat menutup Pelatihan Operator Garmen Berbasis Unit Kompetensi di Aula Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang, Kamis 26 Juni 2025.
Bupati tidak main-main dengan targetnya.
"Tahun ini kita targetkan 2.000 orang terserap kerja. Tahun depan 5.000 orang. Dalam lima tahun, pengangguran di Batang yang jumlahnya 28 ribu itu harus tuntas," ujar Faiz.
Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tapi juga menjamin keterserapan kerja.
Terkait dengan industri di Batang, Faiz memastikan bahwa minimal 70 persen pekerja di pabrik harus berasal dari warga Kabupaten Batang.
"Kalau ada yang tidak sesuai kompetensi, tugas pemerintah daerah untuk memberikan pelatihan gratis. Tidak boleh ada pungutan satu rupiah pun dari pabrik. Kalau ada yang main-main, laporkan ke saya langsung," katanya.
Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan bahwa tidak boleh ada pungli dalam proses rekrutmen.
Bupati Faiz mewanti-wanti semua pihak, baik perusahaan maupun calo, untuk tidak bermain-main dengan harapan masyarakat.
"Kalau ada pungutan, laporkan ke saya. Kami pastikan itu akan ditindak tegas," tandasnya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang, Rachmat Fadilah, menjelaskan bahwa pelatihan ini langsung terhubung dengan kebutuhan industri.
"Pelatihan ini kerjasama dengan enam perusahaan, yakni Yeh Quan, Yamani, Batang Apparel, dan tiga lainnya yang bergerak di bidang garmen," terangnya.
Sebanyak 260 peserta dari lima titik di Kabupaten Batang mengikuti pelatihan ini.
"Pelatihannya berlangsung selama 15 hari, dan ditutup hari ini, 26 Juni. Semua peserta akan langsung disalurkan ke perusahaan mitra," jelas Rachmat.
Ia menyebut tahun ini akan ada limat angkatan pelatihan program Daker.
Rachmat menyebut kebutuhan industri garmen di Batang sangat besar.
"Yeh Quan saja butuh 13 ribu tenaga kerja, saat ini baru terpenuhi 5 ribu," tuturnya.
Program Daker ini didanai dari APBD Kabupaten Batang sebesar Rp1,8 miliar, murni untuk meningkatkan keterampilan warga lokal.
Dukungan juga datang dari DPRD Kabupaten Batang.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD, Edi Siswanto dari Fraksi Demokrat, menyatakan pihaknya sepenuhnya mendukung.
"Komisi IV terus mensupport anggaran dan pengawasan. Perekrutan juga sudah bagus karena sosialisasi sampai tingkat desa dan kecamatan," ujar Edi.
Ia berharap pelatihan ini fokus pada jurusan yang sesuai kebutuhan perusahaan, sehingga tidak ada lagi warga Batang yang kesulitan mencari kerja.
"Apalagi kawasan industri ini harus benar-benar merekrut warga dari desa penyangga maupun seluruh Kabupaten Batang," pungkasnya.