Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Lapas Batang dan BNNK Tutup Program Rehabilitasi WBP Narkotika dengan Pengajian Maulid Nabi

Penutupan program rehabilitasi pemasyarakatan 2025 disertai pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Batang (Disway Jateng/Bakti Buwono)

BATANG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dirangkai dengan penutupan Program Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun Anggaran 2025.


Kalapas Batang, Nur Hamdan, dalam sambutannya menegaskan bahwa program rehabilitasi untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya nyata mengembalikan martabat warga binaan yang tersandung kasus narkotika.


“Program rehabilitasi pemasyarakatan ini ditujukan bagi teman-teman yang melanggar hukum, khususnya terkait pasal 127 narkotika. Setelah rehab ditutup, kegiatan tidak berhenti. Akan ada pascarehabilitasi,” ujarnya, Jumat 24 Oktober 2025.


Ia menambahkan, program yang berlangsung sejak 4 September hingga 4 Oktober 2025 itu diikuti oleh 27 orang terdiri warga binaan, dengan klasifikasi 15 ringan dan 12 sedang.


Meski kegiatan ditutup lebih awal, Kalapas menegaskan semangat pembinaan tetap berjalan melalui program lanjutan dan integrasi sosial.


“Kami menghadirkan keluarga warga binaan sebagai bentuk integrasi sosial. Harapannya, setelah bebas nanti mereka bisa membantu diri sendiri,” lanjutnya.


Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang, Suryanto Padmadi Raharjo, SH, MKn, mengapresiasi sinergi antara BNNK dan Lapas Batang dalam menjalankan rehabilitasi berbasis medis dan sosial.


“Kerja sama ini adalah bentuk komitmen nyata memberikan pelayanan kepada warga binaan yang terdampak penyalahgunaan narkoba,” ucapnya.


Ia menekankan, program ini bukan sekadar penyembuhan, melainkan juga upaya membangun kembali makna hidup dan harapan bagi para peserta.


“Kami berharap ini bukan akhir perjalanan untuk mencapai cita-cita, tapi awal dari semangat hidup yang produktif. Inilah titik balik menuju masa depan lebih baik,” katanya.


Menurutnya, meski program tahap ini ditutup, rehabilitasi lanjutan masih berjalan bagi peserta lain, termasuk pascarehabilitasi bagi mereka yang telah bebas.

“Program ini akan terus berlanjut, karena tujuan akhirnya adalah mewujudkan Lapas Bersinar — Bersih dari Narkoba,” tambah Suryanto.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini juga diisi dengan tausiyah oleh penceramah dari Kementerian Agama Kabupaten Batang, Nur Syahid.


Ia mengingatkan bahwa setiap manusia pasti pernah berbuat dosa, dan yang membedakan hanyalah kesadaran untuk memperbaikinya.


“Tidak ada manusia yang tidak punya dosa, tidak punya masalah, tidak punya penyakit, atau utang. Tapi yang penting adalah kesadaran kita untuk memperbaiki diri,” tuturnya di hadapan para warga binaan.


Ia menuturkan kisah KH Abdul Hamid Pasuruan yang menangkap pencuri di rumahnya tanpa amarah. 


“Beliau malah berkata, ‘Pak, besok kalau mau ke sini ngomong dulu.’ Itu contoh bagaimana Rasulullah menuntun kita agar menyikapi kesalahan dengan kasih,” ujarnya.


Nur Syahid menutup ceramahnya dengan ajakan untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan upaya memperbaiki diri.


Dengan total 492 warga binaan, di mana 190 di antaranya adalah kasus narkotika, Lapas Batang terus berkomitmen menjadi lembaga pembinaan yang humanis dan bersih dari narkoba.


Kalapas Nur Hamdan menyebut, tantangan terbesar bukan sekadar menegakkan disiplin, tapi menumbuhkan kesadaran spiritual dan sosial di balik jeruji.


“Kami ingin Lapas Batang menjadi rumah perubahan, tempat warga binaan bisa menemukan kembali harga dirinya,” pungkasnya.


Kegiatan yang memadukan nuansa religius dan rehabilitatif itu ditutup dengan doa bersama dan pembacaan shalawat, menandai semangat baru bagi para warga binaan untuk memulai hidup yang lebih baik.