Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kopi Tombo Dibidik Jadi Ikon Batang, PLTU dan TP PKK Latih Petani Naik Level Premium

Pelatihan petani kopi Tombo di Kecamatan Bandar oleh PLTU Batang dan TP PKK Kabupaten batang (IST)

BATANG — PLTU Batang melalui PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) menggelar Program Pembinaan Peningkatan Kualitas UMKM bagi petani kopi Desa Tombo, Kecamatan Bandar di Pendopo Sidawung Coffee.


Kegiatan diikuti 50 petani kopi dan 15 anggota TP PKK Kabupaten Batang dengan tujuan memperkuat daya saing kopi lokal.


Program pembinaan dari PLTU Batang ini sengaja dirancang untuk menjawab tantangan kualitas kopi Tombo yang sebenarnya kaya potensi namun perlu standar pengolahan yang lebih presisi agar menembus pasar premium.


Sesi pertama menghadirkan Fritz Januar, Owner Panna Coffee, yang membedah detail bagaimana rantai nilai industri kopi bekerja dan bagaimana petani dapat mengambil peran lebih besar untuk memperbaiki kualitas produk.


Fritz menjelaskan bahwa kualitas biji kopi sangat ditentukan oleh perlakuan sejak pascapanen, mulai dari sortasi, fermentasi, hingga proses pengeringan.


“Kalau kita ingin bicara pasar premium, maka semua proses harus disiplin dan konsisten,” ungkapnya dalam pelatihan tersebut.


Ia menegaskan bahwa petani Tombo memiliki peluang besar karena karakter biji kopi lokal sudah bagus, tinggal ditingkatkan lewat kontrol mutu yang ketat.


Menurutnya, perubahan sederhana pada proses pengolahan saja sudah bisa mengangkat harga jual secara signifikan.


Sejak awal acara, para petani diajak memahami bahwa kopi bukan sekadar hasil panen, tetapi rantai panjang nilai ekonomi yang harus diperkuat sejak tahap budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.


Narasumber kedua, Bayu Iryanto dari SwaraOwa, membawa perspektif berbeda dengan menghubungkan kopi dan konservasi lingkungan.


Bayu menekankan bahwa kopi Tombo memiliki posisi unik sebagai komoditas yang bisa tumbuh seiring terjaganya kawasan hutan, sehingga petani harus menjaga keseimbangan ekologi sebagai bagian dari peningkatan nilai ekonomi.


“Kopi konservasi itu bukan sekadar menjaga pohon, tetapi menjaga cerita dan keberlanjutan hidup masyarakat yang mengolahnya,” tuturnya.


Bayu juga menegaskan bahwa pasar global kini semakin menyukai kopi dengan narasi kuat dan proses ramah lingkungan.


Narasi itulah yang menjadi modal penting agar kopi Tombo tidak sekadar dijual, tetapi dikisahkan.


Reza bercerita bagaimana konsistensi dalam menjaga kualitas biji kopi akhirnya membawa produknya menembus pasar internasional.


Menurutnya, kunci keberhasilan adalah kemauan terus belajar dan tidak takut mencoba teknik baru dalam pengolahan.


Pengalaman Reza membuat banyak petani Tombo terlihat semakin optimistis untuk mengembangkan produknya ke level yang lebih tinggi.


“Yang penting kita mau berubah,” ucap Reza di tengah diskusi.


Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa M. Faiz Kurniawan, menyampaikan apresiasi besar kepada masyarakat Tombo yang dinilainya memiliki karakter pekerja keras dan visioner.


Ia meyakini bahwa Desa Tombo memiliki potensi besar menjadi sentra kopi unggulan Kabupaten Batang.


“Orang sukses adalah orang yang mau belajar, dan saya berharap materi hari ini benar-benar diimplementasikan,” tegasnya dalam sesi sambutan.


Sebagai bentuk dukungan nyata, TP PKK memberikan 30 terpal pengering kopi kepada para petani untuk membantu meningkatkan standar pengolahan.


Faelasufa juga mendorong petani agar berani mengambil peluang pasar yang kini semakin terbuka lebar.


General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, menegaskan bahwa program pembinaan ini adalah bagian dari visi PLTU Batang dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.


“Kami berkomitmen menjadi pembangkit yang andal agar dapat memberikan nilai tambah bagi daerah,” ujarnya.


Aryamir menekankan bahwa sektor ekonomi dan lingkungan harus berjalan berdampingan, terlebih kopi adalah komoditas yang menuntut keterlibatan masyarakat langsung.


Ia menegaskan kembali bahwa kemitraan dengan TP PKK menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kopi Batang dari hulu hingga hilir.


“Kolaborasi seperti ini sangat penting agar kopi Batang punya daya saing,” tambahnya.


Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang membuat para peserta semakin paham bagaimana kopi Tombo dapat memiliki masa depan lebih cerah bila diolah dengan standar yang tepat dan semangat kolaboratif.