BATANG — Semangat kemerdekaan begitu terasa di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di desa ini digelar meriah sejak 1 Agustus hingga 20 Agustus 2025, menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh warga.
Kepala Desa Sembung, Untung, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan.
“Desa Sembung semuanya semangat. Sejak 1 Agustus sudah dimulai dengan pertandingan sepak bola eksebisi, jalan sehat, karaoke organ tunggal, hingga lomba karaoke,” ujarnya, Minggu 17 Agustus 2025.
Puncak acara berlangsung pada 17 Agustus 2025, saat upacara tingkat Kecamatan Banyuputih dipusatkan di Lapangan Desa Sembung.
Sedikitnya 1.000 peserta dari 11 desa, termasuk OPD, pelajar, hingga pamong praja hadir.
Menariknya, para pamong praja diwajibkan mengenakan pakaian adat Batang, menambah khidmat suasana upacara.
Usai upacara, seluruh peserta – tidak hanya tamu VIP – dijamu dengan makan siang bersama sebagai simbol kebersamaan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Nada dan Dakwah, menampilkan Gembong Irama yang dikenal sebagai “Roma Irama KW” serta tausyiah kemerdekaan dari KH Said.
Keseruan belum berhenti di situ. Pada 18 Agustus, digelar pawai keliling desa yang diikuti seluruh warga dari 20 RT, mulai anak-anak, remaja, hingga para lansia.
Pawai berlangsung kurang lebih dua jam dan bermuara kembali di Lapangan Desa Sembung.
Tak hanya parade, kegiatan ini juga diramaikan dengan Bazar UMKM yang menampilkan produk khas Desa Sembung, mulai dari kerajinan tangan, kuliner lokal, hingga merchandise unik seperti kaos bergambar menara tower Sembung.
Tradisi budaya pun ikut dihadirkan. Wayang kulit menjadi salah satu hiburan rakyat yang memikat warga, memperkuat nuansa kearifan lokal dalam perayaan kemerdekaan.
Sebagai penutup rangkaian, pada 20 Agustus 2025, masyarakat akan menikmati lomba pemancingan di kawasan wisata milik BUMDes, serta pertunjukan kesenian tradisional sintren, yang menjadi daya tarik khas Batang.
“Seluruh kegiatan ini murni untuk menghidupkan semangat nasionalisme dan mempererat persaudaraan antarwarga,” kata Untung.
Dengan rangkaian acara lengkap – mulai olahraga, seni, budaya, hingga bazar UMKM – Desa Sembung membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya seremoni, tetapi juga momentum kebersamaan dan pelestarian tradisi