BATANG — Identitas Mrs X korban kecelakaan maut bus PO Haryanto di KM 354 Tol Semarang–Batang Jalur B yang menewaskan tiga orang akhirnya terungkap.
Korban ketiga laka lantas Po Haryanto yang sebelumnya tidak teridentifikasi itu bernama Rumisih (51), warga Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.
Meski berKTP Tangerang, tapi Rumisih berasal dari Kabupaten Pati, sama dengan kedua korban meninggal lainnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua dari tiga korban tewas dalam kecelakaan bus PO Haryanto B-7394-VGA di KM 354 Tol Semarang–Batang ternyata merupakan ibu dan anak asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban di Dukuh Kluwuk, Desa Ngeblak, RT 5 RW 9, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati.
Kepala Cabang Jasa Raharja Pekalongan, Jullyanto Eka, memastikan bahwa seluruh korban kecelakaan telah mendapat jaminan santunan sesuai ketentuan.
"Meski ber-KTP Tangerang, tapi kampung halamannya di Pati," jelasnya di RSUD Batang, Senin 27 Oktober 2025.
Kedua korban adalah Anis Tya Mayzahra (17), Pelajar, Alamat: Kp. Doyong RT. 01/RW. 05 Kel. Alam Jaya Kec. Jatiuwung Kota Tangerang.
Lalu Suyatmi (46), Alamat: Kp. Doyong RT. 01/RW. 05 Kel. Alam Jaya Kec. Jatiuwung Kota Tangerang,
“Untuk korban meninggal dunia, masing-masing ahli waris mendapat santunan Rp50 juta, sementara untuk korban luka-luka mendapat santunan Rp20 juta,” jelas Jullyanto, saat dikonfirmasi usai pendampingan penyerahan santunan, Senin 27 Oktober 2025.
Ia menambahkan, proses penyerahan santunan dilakukan langsung di rumah ahli waris.
“Dua korban meninggal adalah ibu dan anak. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga, dan santunan diserahkan di rumah duka di Pati,” ujarnya.
Jully menyebut salah satu korban selamat bus PO Haryanto itu juga masih satu keluarga dengan kedua almarhumah.
Seorang korban selamat berumur 24 tahun adalah putra dari korban meninggal Sumiyati.
Menurut Jullyanto, total korban luka sebanyak 20 orang, dan seluruhnya sedang dalam proses pengurusan jaminan perawatan melalui rumah sakit yang bekerja sama dengan Jasa Raharja.
“Kami memastikan semua korban, baik meninggal maupun luka-luka, mendapatkan haknya dengan cepat dan tepat,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, bus PO Haryanto mengalami kecelakaan tunggal di KM 354 Tol Semarang–Batang Jalur B, Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, pada Minggu malam 26 Oktober 2025 pukul 22.35 WIB.
Bus yang melaju dari arah timur menuju barat terguling akibat jalan licin karena hujan deras.
Menurut Kasatlantas Polres Batang AKP Eka Hendra, bus yang dikemudikan Ali Yudiyanto (36), warga Dukuhseti, Kabupaten Pati, kehilangan kendali dan terguling ke kanan setelah menabrak pembatas jalan.
Insiden itu menewaskan tiga orang, melukai 20 penumpang, dan menyebabkan kerugian material sekitar Rp20 juta.
Korban luka-luka kini masih dirawat di RSUD Batang dan RS QIM Batang, sementara jenazah ketiga korban telah dievakuasi ke RSUD Batang untuk proses identifikasi.
Jullyanto menegaskan bahwa pihaknya bekerja cepat untuk memastikan hak korban diterima penuh tanpa kendala administratif.
“Kami langsung turun ke rumah sakit dan rumah duka begitu mendapat laporan dari kepolisian. Proses penyerahan santunan dilakukan hari ini juga agar keluarga tidak menunggu lama,” ujarnya.
Ia berharap santunan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga korban yang kehilangan orang terkasih.