BATANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Batang memperingati HUT ke-80 dengan serangkaian kegiatan sosial bertema 'Menebar Kebaikan, Mengurangi Risiko Bencana' di Pantai Sicepit, Kabupaten Batang.
Kegiatan diawali dengan donor darah di Aula Markas PMI Batang yang menargetkan 80 pendonor, di mana setiap peserta mendapatkan satu paket sembako sebagai bentuk apresiasi.
Selain donor darah, PMI Batang bersama relawan melakukan anjangsana ke sejumlah panti asuhan, seperti Panti Asuhan Karanganyar, Karangasemutara, Cempokokuning, hingga Umar Bin Khattab Mursidi.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Pembinaan Relawan PMI Batang, Sri Mulyatno, menegaskan bahwa peringatan HUT ini bukan sekadar perayaan, melainkan pengabdian nyata untuk masyarakat.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata pengabdian PMI, melibatkan seluruh elemen relawan dan bertujuan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Semangat kemanusiaan harus terus digelorakan,” ujarnya.
Puncak peringatan ditandai dengan apel HUT PMI ke-80 sekaligus pelantikan Pengurus Korps Sukarela (KSR) periode 2025–2028 dan Forum Remaja Palang Merah Indonesia (Forbes) periode 2025–2026.
Sekitar 30 anggota KSR dan 35 anggota Forbes resmi dilantik bersama, disaksikan para anggota PMR Wira tingkat SLTA yang turut hadir di lokasi.
Menurut Sri Mulyatno, pelantikan ini menjadi tonggak penting regenerasi relawan PMI agar semangat sosial dan kesiapsiagaan bencana tetap berlanjut di masa depan.
PMI Batang juga melakukan aksi mitigasi bencana di kawasan Pantai Sicepit dengan menanam 1.000 bibit mangrove serta 50–60 pohon kelapa.
Kegiatan ini melibatkan Forbes, KSR, TSR, SIBAT, dan pengurus PMI yang bersatu menjaga kelestarian pesisir.
Tak hanya itu, sebanyak 2.000 benih ikan nila dilepas ke perairan pantai sebagai upaya mendukung ekosistem sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat nelayan sekitar.
“Pemilihan ikan nila didasarkan pada kemampuannya beradaptasi di air payau dan manfaatnya bagi ekonomi warga,” terang Sri Mulyatno.
PMI Batang juga menjalankan program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80.
Pada hari pertama, kegiatan dilakukan di Kecamatan Subah, dilanjutkan di Kecamatan Pecalungan dan Reban pada hari berikutnya.
Langkah ini menjadi wujud kepedulian PMI dalam meningkatkan kesejahteraan warga kurang mampu di pedesaan.
Pengurus Panti Asuhan Umar Bin Khattab, Mursidi, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan PMI Batang.
“Bantuan yang diterima ada beras 35 kg, minyak goreng 5 liter, gula pasir 5 kg, dan telur ayam satu tong. Bantuan ini akan dibagi untuk dua asrama, putra 16 anak dan putri 13 anak,” ungkapnya.
Ia berharap di usia yang ke-80, PMI semakin jaya, dekat dengan masyarakat, dan mampu meringankan berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga.
PMI Batang menegaskan bahwa HUT ke-80 menjadi momentum memperkuat gotong royong, kepedulian sosial, dan upaya pengurangan risiko bencana di tengah masyarakat.
“Melalui peringatan ini, kami berharap semangat kemanusiaan semakin kuat dan memberi manfaat nyata untuk masyarakat Batang,” pungkas Sri Mulyatno.