Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Gaduh Royalti Musik, Salah Satu Hotel di Kota Tegal Pakai Suara Burung Asli

MENGIKUTI - Owner Riez Hotel Jamaludin Ali Alkatiri saat menfikuti HUT ke 80 Kemerdekaan RI di Halaman Riez Hotel
Minggu pagi (17/8).(meiwan/radartegal)

TEGAL — Salah satu hotel di Kota Tegal, menganti suara musik menjadi suara burung asli, hal itu disebabkan adanya royalti musik yang saat ini lagi ramai.


Sehingga mengakibatkan sejumlah pengusaha hotel harus putar otak dan mengantinya dengan suara burung hasil. Hal itu disampaikan Owner Riez Hotel Jamaludin Ali Alkatiri saat memperingati HUT ke 80 Kemerdekaan RI dengan menggelar lomba-lomba di Halaman Riez Hotel, Minggu pagi (17/8).


"Saya ganti dengan membeli 16 burung asli, untuk suasana brakfast restoran. Sekarang tidak ada suara musik, teman-teman pengusaha hotel lain mengeluhkan adanya royalti. Karena sekarang lagi sulit, tamu berkurang ditambah adanya efisiensi anggaran untuk kegiatan diholtel," ujarnya.


Untuk mengekspresikan itu semua, Asaputex Grup yang menaungi PT Asaputex Jaya, Mr J Duite dan Riez Hotel mengadakan lomba menangis. Supaya peserta menangis dengan ekspresi yang benar-benar asli tak dibuat-buat.


Karena keadaaan saat ini yang lagi sulit. Selain itu juga ada pula lomba-lomba lain seperti lomba makan kerupuk, lomba memindahkan barang dan lain sebagainya.


"Lomba yang digelar merupakan agenda setiap tahun memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Namun kali ini berbeda karena diadakan lomba menangis, melihat keadaan yang lagi sulit," ungkapnya.


Ada sebanyak 213 karyawan yang mengikuti perlombaan diantaranya dan mengikuti perlombaan. Tetapi khusus untuk lomba menangis diikuti 80 karyawan sesuai dengan usia HUT Kemerdekaan RI tahun ini.

Ada berbagai hadiah, Mulai dari lemari es, kipas angin, kompor gas, setrika, tv LED, uang tunai dan hadiah utama menginap di Riez Hotel.


Dijelaskan Jamaludin Ali Alkatiri, lomba menangis yang digelar juga sebagai ungkapan pengusaha yang saat ini mengalami sepi omset, baik daya beli sarung ataupun okupansi di hotel.


"Efisiensi anggaran juga berpengaruh terhadap pelaku usaha. Dan mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk para pelaku usaha," ucapnya.


Dia berharap Pemerintah bisa lebih peka dan peduli terhadap para pelaku usaha, dan kondisi ini tidak berlangsung lama atau berlarut-larut.


Subkhan salah satu karyawan yang berhasil meraih juara pertama lomba menangis merasa senang, meskipun saat mengikuti lomba menangis harus mengingat kenangan yang menyedihkan agar bisa benar-benar menangis.


"Saya ingat tahun lalu bertepatan 17 Agustus ibu saya dirawat di ICU dan saya juga ingat isteri saya yang telah tiada,"pungkasnya.(meiwan)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube