BATANG — Lebih dari 900 perenang dari 150 klub yang mewakili 35 Pengcab se-Jawa Tengah beradu di Karprov Bupati Batang Cup IV di THR Kramat Kabupaten Batang. Mereka bertanding dalam fibal chapter pra-porprov 2026 untuk memperebutkan tiket terakhir menuju ajang olahraga tingkat propinsi.
Kabupaten Batang menjadi tuan rumah babak kualifikasi paling menentukan tahun ini.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan apresiasi setinggi langit atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya.
“Ya, kami merasa berterima kasih atas kepercayaan dari Akuatik Provinsi, Kabupaten Batang sebagai tuan rumah Ka-Porprov,” ujarnya dengan nada optimis.
Ia menegaskan bahwa fasilitas kolam renang Batang diakui sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Tengah.
“Saya tadi mendengar dari Akuatik memberikan apresiasi yang cukup baik terhadap fasilitas yang ada di Batang,” jelasnya.
Bupati Faiz kemudian menyinggung pembangunan fasilitas yang sempat terhenti.
Ia menyoroti kebutuhan mendesak akan pemasangan atap dan tribun permanen agar kolam renang benar-benar layak untuk event besar.
"Ini memang harus dituntaskan, kalau enggak nanti malah nanggung," tegasnya.
Ia memastikan pembangunan akan digenjot hingga selesai pada 2027.
Harapannya sederhana: Batang tak hanya menjadi tuan rumah, tetapi pusat pembinaan olahraga air terbaik di Jawa Tengah.
Ketua Umum Akuatik Jawa Tengah, Hartadi Noertjojo, menambahkan perspektif berbeda di hadapan para atlet muda.
Menurutnya, renang bukan sekadar perlombaan, melainkan pendidikan bela negara.
“Ini adalah suatu pendidikan bela negara dari anak-anak kita sebagai generasi penerus,” ujarnya penuh keyakinan.
Ia ingin olahraga renang melahirkan generasi yang mencintai bangsa dan memahami arti kebernegaraan.
“Tanpa negara, kita ini bukan apa-apa,” tambah Hartadi menekankan.
Hartadi juga menautkan tema acara dengan pariwisata dan pengembangan kualitas publik di Jawa Tengah.
Ketua Akuatik Batang, Andang Tri Kusnaedi, mengungkap pentingnya momentum ini bagi seluruh kabupaten.
“Ini adalah BK terakhir menuju Porprov 2026, kalau sudah 23 ya selesai, tidak ada BK lagi,” jelasnya.
Menurut Andang, nomor-nomor wajib seperti 1.500 meter, 800 meter, hingga kelompok umur KU 5 sampai Senior menjadi ujian keras para atlet.
Best time menjadi penentu utama lolos tidaknya seorang perenang.
Batang sendiri masih menaruh harapan besar kepada dua atlet muda berbakat.
Andang menyebut nama Fadil Idarur Kusnaidi dan Samaera sebagai kandidat kuat yang saat ini bertahan di peringkat 6 dan 8.
“Saya berharap dua anak ini mempertahankan posisi delapan besar, itu sangat berat,” katanya.
Ia meminta dukungan langsung dari Bupati agar mental dua atlet itu tetap terjaga.
Bupati Faiz langsung merespons dengan janji personal.
“Nanti saya kasih hadiah secara personal dulu sementara,” ucapnya sambil tersenyum memberi semangat.
Ucapan itu langsung memantik motivasi para atlet yang melihatnya sebagai bentuk perhatian nyata dari pemimpin daerah.
Event yang digelar hingga 23 November ini menjadi ujian terakhir bagi seluruh peserta untuk membuktikan kualitas mereka.
Batang tak hanya tampil sebagai penyelenggara, tetapi sebagai rumah bagi mimpi para perenang muda.
Dengan fasilitas yang terus dibenahi dan dukungan moral yang mencukupi, Batang menargetkan torehan prestasi yang lebih tinggi.
Kejuaraan ini juga diharapkan menjadi katalis kebangkitan olahraga renang di daerah pesisir utara Jawa Tengah.
Masyarakat Batang turut menikmati suguhan kompetisi berkualitas dengan atmosfer penuh sportivitas.
Para pelatih dan orang tua tampak tak kalah tegang menanti hasil catatan waktu anak didik mereka.
Semua tersusun menjadi cerita besar menuju Porprov 2026 yang sudah di depan mata.
Batang menegaskan diri sebagai tuan rumah yang tidak hanya siap, tetapi sangat layak diperhitungkan.
Para atlet telah memperlihatkan bahwa kerja keras, disiplin, dan dukungan komunitas dapat melahirkan prestasi terbaik.
Porprov 2026 menantikan nama-nama hebat yang kini sedang bertarung habis-habisan di kolam renang Batang.