Slawi — Para petani tembakau di wilayah Kecamatan Bumijawa mendapat pelatihan keterampilan kerja yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disperintransnaker) Kabupaten Tegal, sebagai bagian dari kegiatan DBHCHT di bidang kesejahteraan masyarakat.
Para petani tembakau yang tergabung dalam kelompok tani yang mendapat pelatihan keterampilan kerja tersebut berasal dari Kelompok Tani Gagar Mayang, Muda dan Bukit Subur dari Desa Guci, Subur Makmur, Ngudi Rahayu dan Gemah Ripah dari Desa Batumirah, serta Kelompok Tani Sido Makmur dari Desa Begawat.
Pelatihan keterampilan kerja secara efektif dilaksanakan selama 20 hari tersebut berlangsung selama tanggal 18 Juni hingga 11 Juli 2025, dan ditutup pada tanggal 14 Juli di Kantor Desa Guci.
Adapun pelatihan yang diberikan meliputi pelatihan ketrampilan tata boga, menjahit, barber shop dan montir motor.
Ditemui di Kantornya pada Selasa (05/08) lalu, Kepala Bidang Pelatihan, Produktifitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Ketransmigrasian Disperintransnaker Kab. Tegal, Sri Handayani, S.Sos menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ketrampilan kerja ini merupakan kegiatan yang didanai dari DBH CHT di bidang kesejahteraan masyarakat untuk kegiatan peningkatan ketrampilan kerja.
Adapun alokasi anggaran yang diterima adalah sebesar Rp. 525.451.800,- atau 3,6% dari jumlah DBH CHT yang diterima Pemerintah Kabupaten Tegal sebesar Rp. 14.627.709.000,-
“Peningkatan keterampilan kerja ini, merupakan kegiatan DBHCHT di bidang kesejahteraan masyarakat, dan sesuai aturan yang sudah ditetapkan dalam PMK 72/2024, akan digunakan untuk pelatihan ketrampilan kerja dan bantuan modal usaha berupa alat usaha”, jelas Handayani.
Dalam pelatihan ini, Disperintransnaker menggandeng sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah terverifikasi, seperti LPK Haltan untuk pelatihan barber shop dan menjahit, LPK Elite untuk pelatihan tata boga dan LPK Taruna Jaya untuk pelatihan montir.
Ia juga menjelaskan bahwa pelatihan keterampilan kerja merupakan upaya untuk menambah keterampilan bagi petani atau keluarganya untuk memberikan peluang usaha di samping sebagai petani tembakau.
Dengan adanya pelatihan kerja tersebut, petani tembakau memiliki keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan mengurangi angka pengangguran.
Handayani berharap, kegiatan pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan para petani dan buruh tani tembakau yakni sebagai nilai tambah kegiatan produktif dari pekerjaan utamanya.
Pelatihan dilakukan dengan mengambil lokasi di lingkungan sekitar peserta bertempat tinggal guna memudahkan mobilitas peserta dalam mengikuti kegiatan, hal tersebut juga dimaksudkan agar aktifitas utama petani tidak terganggu.
Masing-masing keterampilan dibimbing oleh LPK yang terverifikasi sesuai jenis keterampilan yang diambil dan setiap kelompok ketrampilan diikuti oleh 20 peserta.
Di akhir pelatihan, masing-masing peserta diberikan bantuan peralatan kerja, berupa alat kerja atau toolkit, seperti alat masak, alat cukur, toolkit motor hingga mesin jahit.
Ditemui di sela-sela acara penutupan pelatihan pada 14 Juli lalu, Khotibul Umam, salah seorang ketua kelompok tani yang mengambil pelatihan bengkel motor mengatakan sangat terbantu dengan pelatihan ketrampilan yang diberikan.
Ia menceritakan, bahwa masa tanam tembakau hanya dapat dilakukan pada akhir musim hujan menjelang musim kemarau, biasanya pada bulan Mei atau Juni dan nanti akan dipanen pada bulan Juli hingga September, yang dilanjutkan dengan proses pasca panen. Proses pasca panen pun sudah harus selesai sebelum musim hujan tiba.
Selebihnya, petani tidak banyak memiliki kegiatan, sehingga dengan adanya pelatihan keterampilan yang dimiliki sekarang akan sangat membantu untuk bekerja di bengkel motor.
Salah seorang peserta keterampilan menjahit, juga mengungkapkan rasa terimakasihnya atas pelatihan yang diberikan. Ia berharap ada lagi pelatihan serupa agar warga yang lain bisa ikut.
“Saya mohon kiranya pelatihan ini diadakan lagi soalnya masih banyak teman kami yang masih belum ikut”, harapnya.
Dari informasi yang diterima, keterampilan yang didapat dari pelatihan tersebut, kini sudah mulai diaplikasikan di masyarakat, seperti jika ada pertemuan kelompok warga, maka pesanan kue dan makanan sudah mereka terima.
Peserta pelatihan barber juga berencana akan memberikan pelayanan potong rambut gratis saat acara panen raya tembakau pada sekitar bulan September mendatang.