Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Disekap dan Dirantai Sebulan, Dua Anak Batang Akhirnya Dipulangkan

Bupati Batang M Faiz Kurniawan dan istrinya
Faelasufa
menjenguk anak korban penyekapan Boyolali

BATANG — Dua bocah asal Kabupaten Batang, yang sempat disekap di Boyolali dalam kondisi memilukan akhirnya bisa pulang ke pangkuan keluarga, Rabu malam, 16 Juli 2025, sekitar pukul 22.00 WIB.


Kepulangan mereka bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga langkah awal menuju pemulihan luka batin yang membekas akibat penyekapan dan kekerasan.


Mereka dijemput langsung oleh tim Dinas Sosial Kabupaten Batang, yang memastikan kondisi keduanya sehat dan siap dipulangkan.


"Polres Boyolali sudah memberikan izin. Kami hanya memastikan anak-anak ini selamat dan dalam kondisi baik," ujar Kepala Dinsos Batang, Wilopo.


Menurutnya, dua bocah itu sempat tertekan, namun raut wajah mereka mulai cerah saat tahu bisa kembali memeluk ibu dan nenek mereka.


Pemerintah Kabupaten Batang langsung menggelar serangkaian rencana untuk mendampingi dan memulihkan trauma mendalam yang dialami kedua anak.


"Kami akan dampingi secara psikologis dan pastikan mereka tetap bisa sekolah, kami fasilitasi semua," tambahnya.


Fakta mengejutkan terungkap saat Bupati Batang Faiz Kurniawan dan Wakil Bupati Suyono menjenguk mereka.


Salah satu anak ternyata sudah hafal tiga juz Al-Qur’an, sebuah kilatan cahaya dari masa kelam yang baru saja mereka lewati.


Wabup Suyono langsung mengambil keputusan cepat dan menyentuh.


"Saya akan pondokkan mereka. Biayanya saya tanggung pribadi hingga selesai pendidikan," ucap Suyono penuh empati.


Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Tragung, Kandeman, yang dikelola Ketua MUI Batang, akan menjadi rumah baru bagi mereka.

Suyono memastikan bahwa anak-anak ini akan mendapat tempat yang aman, religius, dan memulihkan harga diri mereka yang sempat diinjak.


"Anak-anak ini tidak boleh kehilangan masa depan hanya karena kelalaian orang dewasa," tegasnya.


Sementara itu, Dinas Sosial juga telah menyiapkan tim psikolog untuk membimbing mereka mengatasi trauma.


"Kepercayaan diri mereka harus dikembalikan. Pendampingan mental akan terus dilakukan," imbuh Wilopo.


Kasus ini mencuat setelah seorang anak bernama Muhammad Al Fajar (11) tertangkap saat mengambil kotak amal masjid di Andong, Boyolali.


Saat ditanya, ia menjawab lirih: 'Adik saya lapar.'


Kejadian itu menjadi titik balik terbongkarnya tragedi penyekapan empat anak yang dirantai dan diberi makan singkong rebus selama sebulan.


Kondisi mereka saat ditemukan sangat memprihatinkan—kurus, lemas, dan kotor.


Faris (36), warga Dukuh Magersari, menjadi penyelamat tanpa jubah. Ia mengantar Fajar pulang dan menemukan tiga anak lainnya dalam kondisi kaki dirantai.


"Saya langsung lapor ke perangkat desa. Ini tidak bisa dibiarkan," kata Faris.


Polres Boyolali kini memproses hukum terhadap pemilik rumah penyekapan, sementara Pemkab Batang memastikan anak-anak ini tak akan dibiarkan sendiri.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube