Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Dirlantas Polda Jateng Ikut Olah TKP Kecelakaan PO Haryanto di Tol Batang, Ini Temuannya

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol M Pratama Adhyasastra melihat kondisi bus PO Haryanto di Exit tol Kandeman (Disway Jateng/Bakti Buwono)

BATANG — Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah tengah melakukan pendalaman penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan PO Haryato di jalan tol Batang, yang terjadi saat kondisi hujan deras pada malam sebelumnya.


Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra, menegaskan bahwa proses investigasi tidak akan terburu-buru karena kecelakaan dapat disebabkan oleh berbagai faktor — mulai dari alam, manusia, hingga teknis kendaraan.


“Sementara kita akan mengkaji ya, karena unsur kecelakaan itu pertama ada faktor alam, faktor manusia, dan juga faktor teknis. Kalau alam memang kita lihat tadi malam hujan, tapi itu tidak semata-mata penyebab utama. Kita juga akan dalami dengan kondisi kendaraan,” ujarnya, Senin 27 Oktober 2025.


Menurut Kombes Pol Pratama, dari hasil analisis sementara di lapangan, kondisi ban kendaraan menjadi salah satu aspek penting yang sedang ditelusuri lebih dalam.


“Nah, sementara kalau kondisi kendaraan, sementara yang baru kita lihat, kita analisa, mungkin kita perlu dalami lagi dengan teknis kendaraan terutama dari ban,” katanya.


Ia menjelaskan, penyidik akan meminta keterangan dari para sopir untuk memastikan kecepatan kendaraan, gigi persneling yang digunakan, hingga kondisi reaksi pengemudi saat kendaraan mulai oleng atau limbung.


“Kita juga akan data berapa jumlah kendaraan dan manifes penumpangnya. Karena dengan kecepatan normal 0 sampai 40 km/jam, dalam satu detik reaksi, kendaraan bisa bergeser sejauh 5 meter. Sementara di tol tentu kecepatannya lebih tinggi, jadi kita perlu lihat bagaimana reaksi sopir saat itu,” jelasnya.


Pratama menegaskan, penyelidikan tidak hanya fokus pada faktor manusia, tapi juga pada aspek teknis kendaraan dan kondisi jalan tol.


“Kita juga akan konfirmasi dengan pihak Bina Marga mengenai kondisi jalan, terutama soal genangan air. Kalau cengkeraman ban masih sesuai standar, seharusnya kendaraan masih bisa safety. Tapi kalau kembang ban di bawah standar, tentu bisa berpengaruh besar,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa hasil penelusuran awal menunjukkan dugaan kembang ban di bawah 3 milimeter, yang bisa mempengaruhi daya cengkeram di jalan basah.


“Harusnya kembangannya minimal 3 mili. Kami khawatir ini kurang dari 3 mili, demikian juga untuk ban bagian belakang,” ujarnya.


Dirlantas menyebut, untuk memastikan validitas hasil pemeriksaan, pihaknya akan menghadirkan ahli teknis dari kalangan mekanik ban dan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan.


“Nanti teknisnya yang menentukan. Kami akan panggil ahli tukang ban, kemudian teman-teman dari Dinas Perhubungan juga akan ikut. Artinya, kita akan lihat sampel ban asli dan ban vulkanisir yang mirip dengan yang digunakan kendaraan tersebut,” terang Pratama.


Ia menambahkan, semua hasil pemeriksaan itu akan menjadi dasar kesimpulan penyidik Satlantas dalam proses penyidikan resmi.


“Tapi nanti itu semua kita dalami. Saya tidak bisa simpulkan hari ini, tapi mudah-mudahan dengan pendalaman penyelidikan nanti bisa kita tentukan dalam proses penyidikan oleh penyidik Satlantas,” pungkasnya.


Polda Jawa Tengah memastikan, investigasi dilakukan secara komprehensif dan berbasis data teknis.


Faktor cuaca, kecepatan, kondisi jalan, serta kelayakan ban akan menjadi satu kesatuan analisis dalam menentukan penyebab utama kecelakaan.


Dengan pendekatan multidisipliner, hasil pemeriksaan ahli diharapkan bisa memberikan gambaran objektif dan akurat, sehingga kecelakaan serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube