Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Dampak KEK, DPMPTSP Batang Siap Maksimalkan Pelayanan Investasi di Kecamatan Gringsing

Kondisi Jalan Pantura Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang (Disway Jateng/Bakti Buwono)

BATANG — Kemunculan KEK Industropolis Batang atau KITB membuat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang, Margo Santosa bersiap menyambut kecamatan Gringsing jadi 'Kota Baru'. 


“Harapan Mas Bupati itu Gringsing jadi kota baru. Jadi bukan cuma pabrik, tapi juga ada pasar, rumah sakit, fasilitas pendidikan, hotel, mal, penginapan, dan perumahan. Semua akan tumbuh di sana,” katanya saat diwawancara, Minggu 9 November 2025.


Pemerintah Kabupaten Batang kini tengah menggarap pendekatan investasi yang lebih ramah, efisien, dan berorientasi hasil.


Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Batang juga sudah punya Perda Nomor 1 Tahun 2025 tentang insentif dan kemudahan investasi.


Menurut Margo, selain insentif fiskal, Pemkab juga menyiapkan berbagai kemudahan dalam layanan perizinan untuk mempercepat realisasi investasi.


“Perizinan sekarang sangat mudah. Investor tinggal menginput sesuai kemampuan modalnya, nanti kita pastikan sesuai peruntukan tata ruang. Itu yang paling penting,” jelasnya.


Ia menambahkan, untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemerintah memberikan fasilitas penuh agar mereka tidak tertinggal dari geliat investasi besar.


“Kami fasilitasi yang kecil-kecil, yang UMKM juga kita bantu. Supaya pertumbuhan ekonomi di Batang merata, tidak hanya untuk industri besar,” tegasnya.


Letak strategis Gringsing di jalur Pantura dan kedekatannya dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang membuat wilayah ini dilirik sebagai magnet ekonomi baru Jawa Tengah.


Margo menyebut, dengan hadirnya industri besar di KEK, efek berantai ekonomi akan terasa langsung di Batang.

“Industri tumbuh, tenaga kerja terserap, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak. Orang kerja di Batang, makan di Batang, nginep di Batang. Perputaran uangnya jadi di sini,” ujarnya.


Menurutnya, fasilitas publik kelas menengah ke atas seperti hotel, rumah sakit, dan pusat belanja akan menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya aktivitas industri di kawasan tersebut.


Sebagai bagian dari reformasi pelayanan publik, DPMPTSP Batang juga berencana memperkuat pelayanan di tingkat kecamatan, termasuk di sekitar KEK dan Gringsing.


“Ke depan, bisa saja kami buka pelayanan di dalam kawasan Industropolis. Jadi kalau ada investor masuk, langsung bisa komunikasi dengan petugas di lapangan,” ungkap Margo.


Ia menambahkan, saat ini sudah ada service point di kecamatan yang berfungsi sebagai perpanjangan tangan DPMPTSP.


Petugas di titik layanan itu bisa langsung melayani permohonan izin dan mengoordinasikan dengan kantor pusat, tanpa investor harus datang ke kota.


Dengan regulasi baru dan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Batang kini bersiap melakukan lompatan besar.


Investasi yang terus tumbuh diyakini akan mempercepat realisasi cita-cita menjadikan Batang sebagai kota industri modern sekaligus kota hunian yang nyaman.


“Kalau nanti skalanya makin besar, kami sudah siapkan ancang-ancang. Investasi dan realisasi akan tumbuh terus. Kami siap memfasilitasi,” tutup Margo Santosa.


Kecamatan Gringsing kini bukan sekadar tempat lewat di jalur Pantura, melainkan calon kota baru dengan denyut ekonomi yang hidup dan mandiri.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube