Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Cuaca Ekstrem Mengintai, BPBD Batang Ajukan Status Siaga Bencana

Kalak BPBD Kabupaten Batang Wawan Nurdiyansyah memimpin rakor lintas sektor hadapi musim penghujan (Disway Jateng/Bakti Buwono)

BATANG — Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, sedang menyiapkan status siaga bencana memasukki musim hujan. "Kami sudah mengajukan ke pak Bupati untuk status siaga ini," katanya, Kamis 30 Oktober 2025.


Pihaknya telah mengajukan Surat Keputusan (SK) untuk menetapkan Status Siaga menghadapi musim penghujan.


Menurut Wawan, penetapan Status Siaga bukan tanpa alasan. Kondisi cuaca dinilai masih terkendali, meskipun beberapa wilayah sudah mulai menunjukkan peningkatan debit air.


“Status Siaga berarti kita sudah siap dan waspada, tapi belum darurat. Kita baru naik ke Status Darurat kalau ada bencana besar yang tidak tertangani,” jelasnya.


Status darurat sendiri, lanjut Wawan, hanya akan diberlakukan ketika banjir atau tanah longsor benar-benar terjadi dan membutuhkan waktu penanganan minimal tujuh hari pertama serta dapat diperpanjang jika situasi belum pulih.


Di sisi lain, dirinya juga menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor untuk menghadapi ancaman bencana di musim penghujan.


Rakor tersebut melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Tim Reaksi Cepat (TRC), serta unsur TNI dan Polri.


Wawan menjelaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari rapat tingkat provinsi yang digelar sebelumnya untuk menyamakan persepsi dan mempersiapkan langkah antisipasi sejak dini.


“Musim hujan bukan hanya soal air turun dari langit, tapi juga soal kesiapan kita menghadapi dampaknya,” ujar Wawan dengan nada tegas.


Menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Batang terbagi ke dalam dua zona utama dengan karakteristik hujan yang berbeda.


Zona selatan, yang meliputi daerah Wonotunggal dan Bandar ke atas, memiliki durasi hujan lebih panjang namun dengan curah yang relatif normal.

Sedangkan zona utara, mencakup wilayah pesisir dan dataran rendah, justru mengalami hujan singkat dengan volume air lebih deras.


“Artinya, potensi banjir lebih tinggi berada di sisi utara karena curah hujan deras dan kontur tanah yang datar,” ungkap Wawan.


BMKG memperkirakan puncak intensitas hujan ekstrem akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2026.


Sementara hujan mulai sekarang hingga Desember masih tergolong normal namun meningkat secara bertahap.


Wawan mengingatkan bahwa perubahan pola cuaca belakangan ini sering kali tidak bisa ditebak.


“Kita tidak boleh terlena, karena perubahan iklim membuat prediksi bisa meleset. Hari ini cerah, besok bisa hujan ekstrem,” tambahnya.


Kabupaten Batang memiliki 12 jenis potensi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran permukiman.


Namun, memasuki musim hujan, fokus utama diarahkan pada antisipasi banjir dan pergerakan tanah di wilayah perbukitan.


“Setiap kecamatan sudah kami minta menyiapkan relawan dan posko siaga. Kita tidak ingin ada keterlambatan respon,"tutur Wawan.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, karena hal itu menjadi salah satu pemicu utama banjir di wilayah perkotaan.


Selain itu, BPBD juga memperkuat koordinasi dengan desa rawan bencana, memastikan jalur evakuasi dan logistik dalam kondisi siap pakai.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube