Pemalang — Rombongan jemaah haji dari Pemalang sudah mulai tiba di Pendopo Bupati sejak Rabu pagi pukul 09.00 (18/6/2025).
Jemaah yang rata-rata lanjut usia (lansia) itu langsung disambut oleh keluarganya, yang sejak pagi menunggu di gerbang pendopo.
Salah seorang jemaah haji berusia lanjut asal Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Supriyanto, menuturkan pengalamannya bahwa saat di tanah suci kondisi cuaca memengaruhi kesehatan para jemaah yang berusia lanjut. Suhu udara mencapai 50 derajat celcius telah memaksa jemaah lansia istirahat karena fisik melemah hingga tak mampu menjalankan rukun haji secara mandiri.
"Kendalanya cuaca di sana panas sekali, sedangkan untuk tawaf saja bisanya malam," terang Supriyanto.
Menurut Supriyanto, jemaah yang tak mampu melanjutkan rukun haji terpaksa dibadalkan, yakni diwakilkan oleh orang lain atas nama jemaah haji tersebut.
"Banyak usia lanjut tidak mampu, lansia rata-rata sangat lemah, rukun haji terlaksana cuma banyaknya dibadalkan, rata-rata dibadalkan, karena cuacanya hingga 50 derajat," imbuh Supriyanto.
Namun diakui selama di makkan maupun madinah, layanan akomodasi lancar baik penginapan, makanan hingga transportasi.
"Antar jemput lancar, masalah hotel ada di mina bertumpuk, banyak tidak terkontrol, tapi yang lain baik. Kalau untuk makan tidak berkurang ,baik di mina maupun musdalifah," pungkasnya.
Di tahun 2025 ini tercatat sebanyak 639 jemaah haji asal Pemalang tergabung dalam kloter 18,19 dan 20, dari jumlah tersebut terdapat 2 orang jemaah yang meninggal di tanah suci dan satu orang jemaah sakit dan belum bisa kembali ke tanah air. (*)