Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

BI Tegal Layani Penukaran Uang di Empat Pasar Tradisional

Warga Pekalongan usai menukar uang di layanan mobile Bank Indonesia Tegal di depan Pasar Grogolan Kota Pekalongan

Pekalongan — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal kembali menggelar layanan penukaran uang rupiah melalui mobil kas keliling di empat pasar tradisional. Lokasi kegiatan tersebar di Pasar Comal, Pasar Grosir Setono, Pasar Grogolan, dan Pasar Sorogenen.


Ahmad Afendi, selaku Administrator Perkasan BI Tegal, menyampaikan bahwa penukaran uang berlangsung selama tiga hari berturut-turut.


“Untuk kegiatan kali ini kita ada empat titik. Pertama di Pasar Comal yang dilaksanakan kemarin Senin, 14 Juli 2025, kemudian Selasa pagi, 15 Juli 2025 di Pasar Grosir Setono Pekalongan, siang sampai sorenya di Pasar Grogolan Pekalongan, dan besok Rabu pagi, 16 Juli 2025 di Pasar Sorogenen Pekalongan,” jelasnya saat ditemui pada kegiatan penukaran di Pasar Grogolan, Selasa sore 15 Juli 2025.


BI Tegal menyiapkan dana hingga Rp1 miliar untuk mendukung kelancaran penukaran uang selama program berlangsung.


Meski bukan dalam momen Ramadan atau Idulfitri, layanan ini tetap disambut antusias oleh masyarakat yang telah lebih dahulu mendaftar secara online melalui aplikasi atau situs https://pintar.bi.go.id.


“Bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang baru atau uang rusak di mobil kas keliling BI, mereka diminta untuk mendaftar terlebih dahulu minimal tiga hari sebelum kegiatan jadwal penukaran uang di aplikasi Pintar BI atau masuk ke website pintar.bi.go.id. Kemudian, memilih lokasi Provinsi dan wilayah lokasi penukaran uang terdekat,” tambah Efendi


Dalam setiap kegiatan, satu orang hanya diperkenankan menukar maksimal satu paket senilai Rp3.700.000,00, yang terdiri dari pecahan Rp20.000,00 sebanyak Rp2.000.000,00; Rp10.000,00 senilai Rp1.000.000,00; Rp5.000,00 sebesar Rp500.000,00; dan Rp2.000,00 sebanyak Rp200.000,00.


Penukaran dilakukan secara terbatas, dengan kuota 50 paket per lokasi atau 200 paket secara keseluruhan selama tiga hari kegiatan.

“Kegiatan ini kami rutin adakan, salah satu tujuannya untuk menjaga peredaran uang di masyarakat tetap layak edar. Untuk uang rusak juga bisa ditukar di layanan mobil kas keliling dengan mendaftar online terlebih dahulu maupun jika kuota sudah penuh tetap bisa menukarkan ke bank terdekat atau Kantor BI Tegal pada Hari Selasa dan Kamis,” ungkapnya.


Layanan penukaran ini disambut baik oleh warga. Umul Fadillah (24), pedagang baju online dari Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, mengaku sudah rutin mengikuti program BI ini, program ini membantunya untuk mendapatkan uang pecahan.


"Walaupun bukan Lebaran, Saya tetap butuh uang kecil buat jualan. Soalnya Saya pedagang baju online," katanya.


Ia menilai uang pecahan kecil seperti Rp2.000 dan Rp5.000 sangat krusial dalam transaksi jual beli, khususnya saat memberikan uang kembalian kepada pelanggan. Ia juga menyebut, dibandingkan saat Lebaran lalu, jumlah lembar pecahan yang diperoleh kali ini lebih banyak.


"Kalau kemarin saat Lebaran cuma dapat 25 lembar karena dibatasi, sekarang dapat 100 lembar. Masih dibatasi juga sih, maksimal Rp3.700.000,00 tapi cukup lah buat stok kembalian," jelasnya.


Menurut Umul, sistem pendaftaran digital BI semakin memudahkan masyarakat. "Yang penting dapet link-nya cepat, langsung masuk, langsung dapet. Sekarang lebih gampang dari yang dulu,” tuturnya.


Warga lain, Nada, sengaja menukar uang untuk persiapan lebaran tahun depan, pasalnya pada lebaran kemarin dia kesulitan menukarkan uang.


“ini menukar 3,7 juta, rencana buat lebaran, tapi saya suka aja dengan uang baru, lebaran kemarin susah masuk link, kalau sekarang langsung buka, langsung bisa,” tandasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube