Pekalongan — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah memulai rangkaian pemutaran film dokumenter berjudul “Mengurai Sengketa Pilkada 2024 di Jawa Tengah” melalui program Bawaslu Goes to Campus. Kegiatan perdana digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Selasa 15 Juli 2025.
Pemutaran film yang berlangsung di Gedung Fakultas Syariah ini diikuti sekitar 50 mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara, dan dilanjutkan dengan bedah film dan diskusi terbuka bersama Bawaslu Jawa Tengah.
Anggota Komisioner Bawaslu Jawa Tengah bidang penyelesaian sengketa, Wahyudi Sutrisno, menyampaikan bahwa pemutaran ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi kerja pengawasan pemilu sekaligus refleksi atas pelaksanaan Pilkada 2024.
“UIN menjadi kampus pertama tempat pemutaran film ini. Harapannya, film ini bisa menjadi bahan pembelajaran sekaligus kajian akademik bagi mahasiswa, terutama terkait proses penyelesaian sengketa Pilkada,” ujarnya.
Wahyudi menambahkan, film ini mendokumentasikan tiga kasus sengketa Pilkada yang terjadi di Kabupaten Tegal, Sukoharjo, dan Kendal.
Dalam film ditampilkan bagaimana Bawaslu berperan sentral dalam penyelesaian sengketa yang terbukti tidak berlanjut ke jalur hukum karena sudah tuntas di tahap Bawaslu.
Program pemutaran film ini rencananya akan berlanjut ke sejumlah kampus lainnya di Jawa Tengah.
“Untuk agenda selanjutnya, kami masih menjadwalkan pemutaran keliling, kemungkinan di wilayah Pekalongan,” tambah Wahyudi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Prof. Maghfur, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai film ini menjadi medium yang penting bagi mahasiswa untuk memahami langsung praktik penyelesaian sengketa dalam pemilu.
“Kami berterima kasih karena telah dipercaya menjadi tempat peluncuran perdana film ini. Ini penting bagi mahasiswa untuk melakukan refleksi dan analisis atas proses Pilkada, sekaligus menjadi bahan kajian keilmuan maupun praktis,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kinerja Bawaslu Jawa Tengah yang dianggap tegas dan adil dalam menangani berbagai pelanggaran Pilkada 2024.
“Film ini memperlihatkan bagaimana Bawaslu mampu menyelesaikan sengketa secara berkeadilan. Dokumentasinya juga sistematis dan bisa menjadi bahan laporan akademik,” tambahnya.
Kegiatan Bawaslu Goes to Campus ini merupakan salah satu strategi literasi politik yang menyasar kalangan pemuda dan akademisi, guna memperkuat demokrasi dan pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan pemilu.