JEPARA — Kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Jepara. Pemkab Jepara kini berjuang keras dalam penyediaan hunian terjangkau melalui Program Rumah Bersubsidi bagi warganya.
Program ini juga bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan serta menekan ketimpangan di wilayah di Bumi Kartini. Langkah ini dilakukan melalui penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Pemkab Jepara, dengan sejumlah lembaga pemerintah terkait di Semarang, Jumat (20/6/2025) malam.
Kesepakatan ditandatangani Bupati Jepara Witarso Utomo. Kolaborasi melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pusat Statistik (BPS), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, BP Tapera serta Bank Jateng.
Melalui sinergi ini, Pemkab Jepara berkomitmen menyediakan data ASN dan MBR yang akan disandingkan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Data ini akan digunakan oleh BPS dan pihak perbankan untuk menentukan calon penerima subsidi perumahan dari pemerintah,” ujar Bupati Witiarso.
Witiarso menegaskan, Pemkab Jepara ingin backlog rumah di Jepara berkurang. Selanjutnya, masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak melalui pembiayaan bersubsidi.
Backlog perumahan merupakan selisih antara kebutuhan rumah dengan ketersediaan hunian yang layak. Data akurat diperlukan untuk menargetkan kelompok penerima manfaat secara tepat.
Sementara itu, Kepala Disperkim Jepara Hartaya, menyampaikan pendataan akan difokuskan pada ASN yang masuk kategori MBR.
“Data ASN yang ada saat ini belum mencakup kepemilikan rumah. Itu yang akan kami lengkapi,” jelasnya.
Data dan informasi yang terkumpul akan diverifikasi oleh BPS dan dijadikan dasar penilaian oleh BP Tapera dan perbankan. Hasil pengecekan disosialisasikan kepada calon penerima manfaat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Tak hanya mengurangi backlog, Pemkab Jepara juga menargetkan penanganan rumah tidak layak huni di berbagai wilayah.
“Hal tersebut sebagai upaya komitmen dari Pemkab Jepara untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat Jepara,” terang Hartaya.