GROBOGAN — Menjelang panen, ratusan warga Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menggelar doa bersama di pematang sawah desa setempat, pada Jumat (11 Juli 2025).
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Dusun Sendangsari Desa Sugihmanik, Budi Prayitno menjelaskan, doa bersama digelar dengan tujuan meminta kepada Allah SWT agar menjauhkan bencana tikus menjelang panen di desa setempat. Warga mulai dari kalangan muda hingga tua ikut serta dalam kegiatan tersebut.
”Kami berdoa supaya panen yang akan tiba kurang dari sebulan ini berjalan lancar sesuai harapan, melimpah, tidak ada bencana alam maupun hama tikus,” ujarnya.
Selain itu, Budi menambahkan, pihaknya juga berharap supaya kelestarian burung hantu terjaga. Sebab, kehadirannya terbukti bisa mengurangi populasi hama tikus yang selama ini menyerang tanaman padi maupun jagung.
”Alhamdulillah, dengan adanya burung hantu, hama tikus dapat terkendali. Di sini kami berdoa bersama dan juga berkomitmen melestarikan habitat burung hantu,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan, pada tahun 2019 hingga 2021 lalu, para petani desa setempat sempat gagal panen akibat tikus. Warga pun tidak ingin momen itu terulang kembali. Kini, kondisi tanaman cukup baik, ia berharap hingga tiba panen bisa terus baik.
Anggota Komisi C DPRD Grobogan Triana Handayani yang ikut hadir dalam gelaran doa bersama itu mengatakan, seluruh langkah telah ditempuh untuk menghadapi hama tikus. Mulai dari melalui gropyokan, melestarikan burung hantu, hingga doa bersama.
”Doa bersama penting dilaksanakan. Selain bersungguh-sungguh berdoa kepada Allah, juga dapat lebih memupuk kebersamaan di antara para petani,” tegasnya.
Triana menyampaikan, ada lebih dari lima burung hantu di lahan pertanian Desa Sugihmanik. Keberadaannya sangat penting untuk membantu menahan populasi hama tikus.
”Itu sangat membantu petani. InsyaAllah panen nanti berlimpah,” pungksnya.