Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Wagub Jateng Salurkan 13.625 Kg Benih Padi bagi Petani Terdampak Banjir di Grobogan

BERINTERAKSI: Wagub Jawa Tengah Taj Yasin (kedua dari kanan) berinteraksi dengan petani di Desa Sukorejo Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan pada Kamis 3 Juli 2025. (Dok Pemprov Jateng)

GROBOGAN — Wakil Gubernur (wagub) Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin menyalurkan bantuan untuk penanganan sawah petani terdampak banjir di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, pada Kamis (3 Juli 2025).


Bantuan yang disalurkan Gus Yasin, sapaan akrabnya, yaitu benih padi dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI sebanyak 13.625 kilogram untuk lahan seluas 545 hektare.


Wagub Jateng menyebut bahwa Kabupaten Grobogan punya peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, karena menjadi salah satu produsen padi unggulan di Provinsi Jateng.


“Grobogan menyumbang hampir 10 persen dari kontribusi pangan Jateng. Sehingga lahan pertanian yang sudah masuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) harus kita pertahankan. Tidak boleh dialihfungsikan,” ungkapnya di hadapan para petani di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu.


Lebih lanjut, Gus Yasin menyampaikan, ke depan tantangan pangan semakin kompleks akibat perubahan iklim serta alih fungsi lahan. Menurutnya, hal itu harus benar-benar diantisipasi sejak awal.


“Panjenengan semua adalah pahlawan pangan Indonesia. Menjaga lahan dan hasil panen adalah bagian perjuangan kita bersama,” ujarnya.


Gus Yasin berharap petani Grobogan perlahan bangkit seusai dilanda banjir yang telah merusak ratusan hektare lahan pertanian. Pemprov Jateng telah menggandeng dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, hingga Bank Indonesia untuk turun tangan, sekuat tenaga mengatasi dampaknya.


Sementara itu, Bupati Grobogan Setyo Hadi menjelaskan, banjir yang terjadi pertengahan Mei 2025, merendam 439 rumah dan merusak 373 hektare lahan tanam padi serta 15 hektare tembakau di Kecamatan Tegowanu. Padi berusia 25–30 hari terendam dan mengalami puso.

"Titik jebol di Sungai Renggong sudah selesai diperbaiki. Beberapa tanggul kritis lain juga masih dalam proses,” jelasnya.


Setyo Hadi menegaskan, Grobogan adalah daerah terluas kedua di Jawa Tengah dengan potensi pertanian mencapai 124 ribu hektare. Komoditas unggulannya meliputi padi, jagung, kedelai, bawang merah, pisang, tebu, dan tembakau.


"Bantuan ini bukan hanya dukungan moril, tapi harapan nyata bagi kami untuk bangkit demi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” ucapnya.


Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares menambahkan, pemberian bantuan tersebut termasuk bagian dari langkah strategis nasional untuk meningkatkan produksi pangan. Sehingga Grobogan bisa pulih dan kembali menanam padi.


"Swasembada pangan adalah bagian Asta Cita Presiden Prabowo. Adapun Grobogan dan Demak jadi titik penting untuk penguatan produksi pertanian,” katanya.


Dalam kesempatan ini, bantuan benih padi sekitar 13.625 kilogram diberikan kepada 16 Kelompok Tani (Poktan) di yang menjadi korban banjir Grobogan.


Selain benih padi, ada pula bantuan mesin pompa air dan alat transplater dari Bank Indonesia untuk Kelompok Tani Ngudi Raharjo dan Kelompok Tani Ngudi Mulyo I. Serta bantuan 28 unit rumah burung hantu (Rubuha) untuk pengendalian hama bagi peningkatan produktivitas tanaman padi.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube