PATI — Sejumlah kebijakan Pemkab Pati yang sempat memicu kontroversi hingga berujung unjuk rasa besar-besaran, kini menjadi pelajaran berharga bagi Bupati Pati Sudewo.
Sudewo yang tengah menghadapi serangan pemakzulan dirinya sebagai Bupati Pati oleh Pansus Hak Angket DPRD Pati menegaskan, bahwa setiap kebijakan yang diambilnya selalu berlandaskan regulasi dan aturan perundang-undangan.
Tak ingin jatuh dalam kubangan yang sama dua kali, Sudewo siap membuka ruang bagi seluruh jajaran untuk memberikan masukan dan saran. Yakni apabila dalam enam hingga tujuh bulan ke depan, kebijakan yang ditempuh dinilai belum memberikan progres nyata.
Janji Bupati Sudewo itu diungkapkan saat menghadiri sekaligus memimpin acara pengambilan sumpah dan pelantikan Pejabat Administrator serta Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.
Agenda yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati pada, Senin 15 September 2025 ini, dihadiri jajaran DPRD, Pj Sekda, para asisten, kepala OPD, rohaniawan, serta pejabat yang baru dilantik.
Kali ini Sudewo kembali melantik Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas sebanyak 45 orang. Dari 45 ASN tersebut, yang dilantik berdasarkan SK Bupati Pati ada 42 orang. Sisanya, yakni untuk tiga pejabat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dilantik berdasarkan SK dari Mendagri.
"Pelantikan ini merupakan bentuk evaluasi kinerja yang dilaksanakan sesuai aturan, " ujar Sudewo.
Sudewo mengaku diberikan ruang oleh Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan evaluasi sebanyak dua kali dalam tiga bulan.
"Sehingga penempatan pejabat akan terus dinilai berdasarkan parameter yang jelas", tukas Sudewo yang sempat didemo rakyat sendiri.
Sudewo menyebut bahwa penyegaran jabatan adalah hal yang wajar demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sudewo juga menekankan bahwa pelantikan tersebut murni untuk kepentingan organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia pun mengingatkan para pejabat baru agar menempatkan diri sebagai bagian dari instansinya serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan semangat ikhlas.
“Loyalitas yang saya inginkan bukan untuk kultus pribadi saya, tetapi loyalitas kebijakan dan keputusan dalam rangka melakukan perubahan nyata pembangunan Kabupaten Pati," tegasnya.
Karena itu, Sudewo meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menerima jabatan dengan rasa syukur, bekerja dengan penuh dedikasi, serta memandang penempatan ini sebagai awal dari perjalanan panjang dalam mengabdi kepada masyarakat.
Ia berharap langkah tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pejabat untuk meningkatkan kinerja dan bersama-sama mewujudkan pembangunan Kabupaten Pati yang lebih baik.