Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Soft Launcing SPPG Bupati Kudus Wanti-wanti SPPG Taati SOP, Jangan sampai Ada Keracunan

DILAUNCHING - Bupati Kudus Samani Intakoris melaunching operasionalisasi SPPG Yayasan Berkat Mulia Sentosa di Desa Tanjungrejo
Jekulo
kemarin. (arief pramono/diswayjateng.com)

KUDUSOperasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Berkat Mulia Sentosa di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, kini mulai dilakukan soft launching oleh Bupati Kudus Samani Intakoris.


Kehadiran SPPG ini menjadi bagian dari upaya memenuhi target 81 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus.


Bupati Samani pun menekankan pentingnya langkah preventif agar tKabupaten Kudus terhindar dari kejadian luar biasa (KLB) terkait program MBG. 


“Kemarin kami rapat dengan Forkopimda serta dinas terkait, membahas bagaimana di Kabupaten Kudus ini tidak terjadi KLB. Tentu kuncinya kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak,” ungkap Sam'ani.


Sam'ani kembali menegaskan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) di setiap dapur MBG. 


“Hasil rapat kemarin segera dicermati kemudian ditindaklanjuti, SOP harus terpampang di setiap SPPG dan harus ditaati,” pesannya.

Sebagai langkah konkret, SPPG dituntut memiliki Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta dilengkapi dengan CCTV.


Bupati Samani menyebut bahwa CCTV menjadi pilot project dalam menjamin keamanan makanan di tiap-tiap SPPG.


“SPPG juga wajib memiliki SLHS, dan wajib dipasangi CCTV, yang nantinya dapat dipantau oleh pemkab, polres, dan kodim. Ini wujud pengawasan dan transparansi terkait aktivitas SPPG,” jelasnya.


Perwakilan Yayasan Berkat Mulia Sentosa, Prof. Bambang W.H.E.P. yang juga guru besar Universitas Diponegoro turut menyampaikan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan gizi, dan mengajak seluruh stakeholder untuk ikut mengawasi.


“Ada tiga hal yang perlu diawasi, pertama terkait SDM yang harus disiplin, kedua pengawasan saat makanan didistribusikan, dan ketiga saat penerimaan MBG di sekolah,” tegasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube