GROBOGAN — Selain melakukan penilangan, Satlantas Polres Grobogan juga menggelar kegiatan ramp check di Terminal Induk Purwodadi dalam Operasi Patuh Candi 2025 dengan menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.
Hal itu disampaikan langsung oleh KBO Satlantas Polres Grobogan Ipda Agus Salim saat ditemui diswayjateng.com di sela-sela kegiatan Operasi Patuh Candi 2025 di Gerbang Perbatasan Kota Purwodadi-Grobogan tepatnya di Jalan Diponegoro No. 104 pada Kamis (24 Juli 2025) kemarin.
“Petugas memeriksa 10 pengemudi angkutan umum meliputi tes kesehatan, tes urine, kelengkapan surat kendaraan, dan kondisi teknis kendaraan,” jelasnya.
Ipda Agus mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan seluruh sopir dinyatakan sehat serta negatif narkoba. Namun ditemukan satu armada dengan lampu utama mati, yang kemudian diarahkan untuk segera memperbaikinya.
"Kegiatan ini merupakan sebuah langkah preventif untuk menjamin keselamatan penumpang dan pengemudi. Tak hanya kendaraan yang kami periksa, tetapi juga kondisi kesehatan pengemudinya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ipda Agus menyampaikan, pihaknya juga melibatkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Dishub Provinsi Jawa Tengah, Jasa Raharja, serta Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) untuk memastikan kepatuhan pajak kendaraan dalam Operasi Patuh Candi 2025.
Seperti diberitakan, Polres Grobogan menggelar Operasi Patuh Candi 2025 selama 14 hari, mulai Senin hingga Minggu (14-27 Juli 2025). Operasi kali ini mengusung tema "Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas".
Satlantas Polres Grobogan pun telah menilang sebanyak 814 pengendara selama satu pekan Operasi Patuh Candi 2025 di wilayah setempat. Hal itu disampaikan oleh Kaposko Operasi Satlantas Polres Grobogan, Ipda Joko Susilo saat ditemui diswayjateng.com seusai kegiatan Operasi Patuh Candi 2025 di Gerbang Perbatasan Kota Purwodadi-Grobogan, tepatnya di Jalan Diponegoro No. 104 pada Kamis (24 Juli 2025) kemarin.
”Dari database kami, sampai hari ketujuh sudah tercatat sekitar 814 pelanggaran. Kebanyakan tidak pakai helm, tidak punya SIM, ada juga pengendara yang belum cukup umur,” jelasnya.