Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Rangsang Petani Muda dan Ketahanan Pangan, Pemkab Jepara Hadirkan Program Je Farming

Gerakan Je Farming Jepara lakukan modernisasi penanaman cabai di Desa Kecapi.

JEPARA Langkah modernisasi pertanian kini dilakukan Pemkab Jepara untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian. Terobosan yang dilakukan yakni meluncurkan program Je Farming.


Program gagasan dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Jepara ini, juga untuk memperkuat ketahanan pangan daerah di wilayah Bumi Kartini.


Peluncuran program ini dilakukan Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar pada Kamis (30/10/2025).


Program ini merupakan upaya memperluas partisipasi masyarakat khususnya kaum muda. di dunia pertanian yang mulai dikembangkan secara modern.


“Hari ini kita luncurkan Je.Farming. Tujuannya bukan hanya mengajak kalangan tua, tetapi juga generasi muda agar tertarik bertani, " ujar Wabup Hajar.

Hajar menyebut bahwa gerakan Je Farming merupakan bentuk modernisasi penanaman khususnya tanaman cabai.


Selain itu, menjadi bukti bahwa Perumda Aneka Usaha siap bergerak maju dengan program yang lebih inovatif.


Peluncuran program Je Farming dilakukan di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan. Berdasarkan data, luas lahan di Jepara mencapai lebih dari 100 ribu hektare.


Potensi luasan lahan cabai di Jepara ini diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan. Serta menjaga ketersediaan pangan dan menekan inflasi.

Rekayasa Metode Pertanian

Program Je farming gagasan Perumda Aneka Usaha Jepara untuk memperkuat ketahanan pangan daerah

Sementara itu, Direktur Perumda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo menjelaskan, program Je.Farming saat ini memasuki tahap awal dengan fokus pada pengembangan budidaya cabai.


Lahan yang digunakan di Desa Kecapi mencapai 8.000 meter persegi, bekerja sama dengan BUMDes Kecapi melalui skema permodalan bersama.


“Kami sedang melakukan rekayasa metode tanam agar tanaman bisa beradaptasi dengan musim, seperti saat curah hujan tinggi atap UV ini tidak kami copot,” jelas Wike.


Selain di Kecapi, proyek serupa juga dikembangkan di desa lain seperti di Desa Suwawal Barat, Suwawal Timur, Balong, dan Batealit.


Dari sisi ekonomi, Jepara dinilai memiliki potensi besar karena struktur tanahnya cukup ideal untuk tanaman cabai dengan rata-rata pH tanah sekitar 6.


Dikatakan, Je.Farming menargetkan tiga segmen pasar utama untuk penjualannya nanti, yakni industri (seperti Indofood), ritel modern, serta produsen produk sambal lokal. Dengan pola tersebut, hasil panen diharapkan dapat terserap secara optimal.


“Kalau panen surplus, hasilnya akan kita salurkan ke industri. Dengan luas lahan yang direncanakan mencapai 1,5 hektare hingga akhir tahun ini, kebutuhan cabai di Jepara yang mencapai 3.000 ton per tahun masih berpotensi besar untuk dipenuhi dari dalam daerah,” ujar Wike.


Dalam hitungan produksi, lanjut Wike, satu hektare lahan dengan 20 ribu tanaman cabai dapat menghasilkan sekitar 4 ton cabai merah besar.


Saat ini, total lahan yang dikerjasamakan mencapai hampir dua hektare dengan total 14 ribu bibit yang ditanam di wilayah Desa Kecapi.


Program ini sendiri juga melibatkan kelompok tani (poktan), kelompok wanita tani (KWT), serta Junior Farming dari sekolah di sekitar lokasi sebagai bagian dari edukasi dan regenerasi petani muda.


Selain cabai, program Je.Farming juga menanam komoditas jagung, yang memiliki segmen pasar besar serta cocok dengan luasan lahan kering yang mencapai 75 persen di Kabupaten Jepara.


Wike juga menambahkan, ke depannya akan dikembangkan tanaman sayuran untuk mendukung suplai ke sejumlah SPPG di Jepara. Hal ini penting mengingat sebagian besar kebutuhan sayuran di Jepara masih bergantung dari luar daerah.


“Jepara ini sebenarnya darurat pangan. Banyak komoditas, termasuk sayur, yang masih didatangkan dari luar. Karena itu, kami ingin memperkuat ketahanan pangan dari hulu, dimulai dari petani dan lahan-lahan kita sendiri,” pungkas Wike.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube