KUDUS —
Kabupaten Kudus mampu memberi kontribusi besar dalam kemajuan teknologi dan energi bersih di Indonesia. Kontribusi ini ditunjukkan dengan lahirnya mobil listrik pertama karya anak bangsa di Kota Kretek.
Kehadiran mobil listrik mengusung teknologi canggih dan mengakomodir Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40,7 yang dipersyaratkan Kementrian Perindustrian Republik Indonesia ini, adalah karya prestisius pabrikan Polytron.
Kehadiran mobil listrik karya anak bangsa ini diperkenalkan kepada masyarakat, usai apel pagi kalangan ASN dan pegawai di lingkup Pemkab Kudus di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (18/7/2025).
Momen tersebut tentu membuat bangga Bupati Kudus, Samani Intakoris yang sangat mendukung terhadap transformasi energi ramah lingkungan. Selain itu, menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Kudus.
“Polytron adalah kebanggaan kita bersama. Meskipun produknya dipasarkan secara nasional, yang perlu kita ingat, perusahaan ini berasal dari Kudus. Ini saatnya kita tunjukkan bahwa Kudus mampu memberi kontribusi besar dalam kemajuan teknologi dan energi bersih di Indonesia,” ujar Bupati Sam’ani.
Bupati Sam’ani dan sejumlah ASN pun berkesempatan melakukan uji coba (test drive) mobil listrik produksi Polytron. Mereka didampingi langsung oleh jajaran manajemen perusahaan tersebut.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan demo fitur parkir otomatis, yakni kendaraan mampu memarkirkan diri tanpa intervensi pengemudi.
Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan, turut menjajal performa mobil listrik buatan Polytron dalam kegiatan test drive. Usai mencoba langsung kendaraan ramah lingkungan tersebut, Masan menyatakan dukungannya jika ke depan mobil listrik Polytron digunakan sebagai kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.
“Wah, ini oke banget. Saya bangga, karena Polytron sebagai merek asal Kudus bisa memproduksi mobil listrik. Kalau nanti digunakan sebagai kendaraan dinas, saya sangat setuju. Paling tidak ini akan ikut mempromosikan Kudus ke tingkat nasional,” ujar Masan kepada wartawan.
“Penganggaran belum ada, nanti coba kita diskusikan dengan Pak Bupati. Yang jelas, jika mobil ini digunakan sebagai kendaraan dinas, akan memberikan nilai tambah, baik dari sisi efisiensi maupun promosi daerah,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.
Sementara itu, Head of Culture Development Polytron, David Setyadi Rahardjo menyampaikan, tahun 2025 menjadi momen bersejarah bagi Polytron, perusahaan elektronik nasional yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak 1975.
Menjelang usia emas ke-50 tahun, Polytron terus memperluas kontribusinya melalui diversifikasi bisnis. Yakni tidak hanya berfokus pada elektronik rumah tangga, namun juga merambah sektor kendaraan listrik sebagai wujud komitmen terhadap inovasi dan keberlanjutan.
“Tahun 2025 menjadi momen bersejarah bagi Polytron. Menjelang usia ke-50, kami terus memperluas kontribusi, dari elektronik rumah tangga hingga kendaraan listrik,” jelas David
David pun mempersilakan para peserta apel melihat lebih dekat kendaraan listrik, baik mobil maupun motor yang dipamerkan pada kesempatan itu. Langkah ini sebagai bentuk perkenalan teknologi terbaru dari Polytron kepada masyarakat Kabupaten Kudus.
“Silakan Bapak dan Ibu peserta apel melihat langsung mobil dan motor listrik yang kami hadirkan hari ini,” pinta David.
Untuk diketahui, Polytron merupakan perusahaan elektronik ternama yang berbasis di Kabupaten Kudus. Kini pabrikan tersebut menunjukkan kiprah barunya di sektor otomotif nasional melalui peluncuran mobil listrik Polytron G3 dan G3+.
Selain menghadirkan mobil listrik, Polytron juga memperkenalkan Fox-Electric Series, lini motor listrik yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, termasuk di Kabupaten Kudus.
Dengan hadirnya kendaraan listrik produksi Polytron, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap masyarakat semakin bangga terhadap potensi daerahnya sekaligus terdorong untuk mulai beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.