Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Produk Kopi Batealit Jepara Terganjal Masuk Minimarket, Ternyata Ini Pemicunya

Pemilik brand porduk lokal Jepara kesulitan memasarkan produknya di jaringan ritel modern. (arief pramono/diswayjateng)

JEPARA — Kendati sudah mengantongi izin lengkap seperti PIRT, NIB dan sertifikat halal, namun kopi batealit Jepara masih kesulitan memasuki minimarket jaringan ritel modern.


Hal ini terungkap dalam program "Bupati Ngantor di Desa" di Desa Batealit, Kecamatan Batealit. Panggung aspirasi rakyat ini dipilih Bupati Jepara Witiarso Utomo untuk mendengar langsung suara hati para pelaku UMKM yang masih berjuang menembus swalayan modern.

 

Prabowo Hadi Saputra, pemilik brand Kopi Batealit mengaku masih kesulitan memasarkan produknya di jaringan ritel modern, seperti Indomaret dan Alfamart di wilayah Jepara.

 

“Kami sudah ajukan sejak 2021, terakhir di 2023, sampai ke manajemen wilayah dan pusat, tapi tidak ada respon. Sekarang malah stand produk lokal dihapus. Padahal kami produksi bisa 150 kg per bulan,” ujar Prabowo, Senin (30/6/2025).

 

Prabowo memproduksi dua varian kopi lokal khas Jepara, yaitu robusta dan excelsa (kopi nangka), dengan harga masing-masing Rp180 ribu dan Rp220 ribu per kilogram. Ia mengaku pasarnya besar, tapi akses ke rak swalayan masih tertutup rapat.

 

 

"Saya sudah perintahkan Disperindag untuk cek dan tindak lanjuti. Kalau memang ada MoU atau kerja sama yang menjanjikan ruang untuk UMKM, itu harus ditegakkan. Jangan sampai produk Jepara tak punya tempat di tanahnya sendiri," tegas Bupati.

 

Ia menambahkan, semangat UMKM di desa-desa seperti Batealit harus diiringi dengan dukungan nyata dari semua pihak, termasuk korporasi retail.

 

"Produk mereka sudah layak jual. entu harus diakomodir," pungkasnya.

 

Beragam aspirasi muncul saat progam Bupati Ngantor di Desa Batealit. Mulai dari infrastruktur jalan, jalan usaha tani (JUT), pengembangan pariwisata, pupuk dan irigasi untuk pertanian, UMKM hingga Kartu Guru Sejahtera.

 

Kunjungan ini jadi bukti bahwa program Bupati Ngantor di Desa bukan sekadar simbolik, tapi jadi ruang nyata bagi warga menyuarakan masalah dan harapan. Kini tinggal menunggu, apakah dering aspirasi dari Batealit akan membuka rak-rak swalayan nasional untuk produk asli Jepara.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube