KUDUS — Pupus sudah harapan Persiku Kudus meraih poin penuh di laga kandang, usai dipaksa tumbang 1-3 oleh tamunya PSS Sleman dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025 di Stadion Wergu Wetan Kudus, Minggu (21/9/2025).
Ribuan suporter Macan Muria pun harus menelan kekecewaan usai melihat tim kesayangannya dipaksa menyerah di hadapan publik sendiri.
PSS langsung mencuri keunggulan cepat saat laga baru berjalan empat menit. Penyerang asing mereka, Tocantins, berhasil mengoyak gawang Persiku melalui skema serangan balik cepat. Gol itu membuat pertahanan tuan rumah terlihat goyah sejak awal.
Meski tertinggal, Persiku tidak tinggal diam. Berbagai peluang coba diciptakan lewat pergerakan Igor Costa, Crah Angger, hingga sepakan jarak jauh Noriki. Namun, rapatnya lini belakang Super Elja membuat peluang tersebut tak berbuah gol.
Persiku akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama. Lewat situasi bola mati, bek Kandaimu sukses menanduk bola dengan keras pada menit ke-40. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum dan sempat membangkitkan asa suporter tuan rumah.
Sayang, memasuki babak kedua, konsentrasi Persiku kembali goyah. Baru sembilan menit berjalan, PSS kembali unggul lewat sepakan Saiful yang tak mampu diantisipasi kiper Eko. Skor berubah 1-2.
Petaka bagi Persiku hadir pada menit ke-74. Bek Aed Tri Oka dianggap melanggar Frederic Injai di kotak terlarang. Wasit Rohani menunjuk titik putih, dan Tocantins yang menjadi eksekutor berhasil memperbesar keunggulan menjadi 1-3.
Meski melakukan pergantian dengan memasukkan Lerby Eliandry, Persiku tetap kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Sebaliknya, PSS hampir menambah gol lewat aksi Rico Simanjuntak di menit ke-83, namun penyelesaiannya masih melebar. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah.
Pelatih Persiku, Alfiat, mengaku kecewa dengan hasil ini. Ia meminta maaf kepada suporter karena gagal mempersembahkan kemenangan di kandang. Menurutnya, timnya lengah di momen penting dan gagal menjaga disiplin saat menghadapi serangan balik PSS.
“Kita kecolongan cepat di menit awal. Setelah bisa menyamakan skor, mental anak-anak sebenarnya naik. Tapi di babak kedua kita terlena, akhirnya lawan memanfaatkan kesalahan kita,” ujarnya.
Alfiat menegaskan timnya akan segera melakukan evaluasi. Fokus perbaikan akan diberikan pada sektor pertahanan dan lini tengah yang dianggap terlalu mudah kehilangan bola.
Ia berharap laga berikutnya melawan Persela Lamongan bisa menjadi momentum kebangkitan.
“Kami masih punya kesempatan. Dengan persiapan matang, saya yakin bisa meraih poin di laga selanjutnya,” tambahnya.
Bek tengah Persiku, Kandaimu yang mencetak gol penyama kedudukan, mengakui lawan lebih siap. Menurutnya, meski Persiku bermain cukup baik, PSS tampil lebih kompak dan mampu memanfaatkan kesalahan kecil untuk mencetak gol.
“Kami sudah berjuang, tapi keberuntungan lebih berpihak ke mereka. Kami harus lebih fokus lagi untuk pertandingan berikutnya,” ucapnya.
Sementara itu, pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. Ia menyebut kemenangan di kandang lawan memberi motivasi besar bagi timnya untuk menghadapi laga-laga selanjutnya.
“Pertandingan cukup ketat, Persiku juga bermain bagus. Tapi kami bisa memanfaatkan peluang dengan lebih efektif. Kemenangan ini saya persembahkan untuk suporter yang setia mendukung,” katanya.