KUDUS — Nasib kurang beruntung kembali dialami Persiku Kudus dalam melakoni lanjutan Liga Championship 2025/2026. Tim Macan Muria lagi-lagi harus tersungkur saat menghadapi Persela di Stadion Surajaya Lamongan pada Senin (29/9/2025).
Kekalahan dramatis 2-1 melalui adu pinalti ini, saat Persiku melakoni laga tandang putaran pekan ketiga kompetisi kasta liga 2. Tim besutan Kepala Pelatih Alfiat ini, dipaksa kalah oleh Persela yang hanya berkekuatan 10 pemain.
Dalam laga Persela vs Persiku yang dipimpin wasit Ridwan Pahala, tempo permainan kedua tim tidak terlalu cepat pada awal babak pertama. Kedua tim pun tampak berhati-hati dalam membangun serangan demi serangan.
Tim tuan rumah harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit 20. Wasit memberikan kartu merah langsung kepada Hendro Siswanto. Gelandang Persela bernomor punggung 12 itu dipaksa keluar oleh wasit, usai melakukan pelanggaran terhadap Igor Costa pemain Persiku.
Hingga 30 menit pertandingan berlangsung, Persela cenderung kalah serangan. Faktor pemain lini tengah dan kedua sayap tampak kurang tampil maksimal.
Beruntung gawang tim Laskar Joko Tingkir yang dikawal Mario Londok tidak sempat kebobolan. Hanya nyaris, karena bola bergulir dan membentur mistar gawang pada menit ke-36, saat Igor Costa melakukan tandukan hingga menghasilkan sepak pojok.
Starter Persiku mendapatkan kesempatan melalui tendangan bebas. Eksekusi Igor yang mengarah ke tiang dekat mampu diantisipasi Fabiyo Londok.
Dodi Alekvan Djin melepaskan sepakan jarak jauh. Namun bola tendangannya masih membentur mistar gawang Persiku. Wasit pun memberikan tambahan waktu 3 menit. Paruh pertama ditutup dengan skor sama kuat 0-0.
Memasuki babak kedua, Persela membuka kemenangan dengan mencetak gol pada menit 78. Gol dicetak Adam Malik melalui serangan cepat. Skor sementara 1-0 untuk Persela.
Persiku sempat mendapatkan peluang emas melalui sepakan Angger. Namun gol yang tercipta pada menit ke 76 ini dianulir wasit karena offiside. Wasit pun sempat melakukan VAR Checking atas gol Persiku.
Namun offside tidak terbukti, hingga membuat skor 1-0 untuk Persela Lamongan. Kartu kuning akhirnya diberikan kepada Angger pada menit, setelah wasit melakukan pengecekan VAR.
Ketertinggalan 0-1 memaksa Persiku merotasi kedua pemainnya. Saat menit ke-58, Alfiat menarik sang kapten Sandi Sute dan Noriki. Mereka digantikan Dave Mustaine dan Choirul Anam.
Rotasi kedua pemain yang dilakukan Persiku akhirnya sukses menyamakan kedudukan menit 90+3. Choirul Anam sukses menyamakan kedudukan di menit akhir babak kedua.
Pemain bangku cadangan ini berhasil melewati 3 pemain Persela Lamongan untuk melesakkan bola ke gawang Mario Londok. Anam mencetak gol lewat tendangan kaki kiri, hingga membuat papan skor berubah 1-1.
Choirul Anam yang masuk dari bangku cadangan berhasil menyamakan kedudukan di menit akhir babak kedua. Ia berhasil melewati 3 pemain dari Persela Lamongan untuk menceploskan bola ke gawang Mario Londok.
Anam mencetak gol melalui tendangan kaki kiri hingga membuat papan skor berubah 1-1. Skor 1-1 bertahan sementara usai tuan rumah mendapatkan penalti. Hal itu setelah Johans Kandaimu, pemain Persiku melanggar pemain di kotak penalti. Skor 1-1 bertahan sementara setelah tuan rumah mendapatkan penalti.
Algojo Jonathan Bustos berhasil membuat Persela comeback dengan 10 pemain. Wasit pun memberikan tambahan waktu 5 menit di babak kedua.
Persela mendapatkan hadiah penalti menit 90+7. Jonathan Bustos menjalankan tugasnya dengan baik. Skor 2-1 untuk kemenangan Persela.
Dari hasil yang pertandingan yang jeblok itu, Pelatih Kepala Persiku, Alfiat pun buru-buru meminta maaf. Sebab anak asuhnya belum mampu memanfaatkan keuntungan jumlah pemain yang dimilikinya, saat melawan Persela yang hanya 10 pemain.
“Anak-anak bermain tidak sesuai harapan, kita menang jumlah harusnya bisa memaksimalkan. Tapi karena posisi kita salah, dan akhirnya kena counter,” ujar Alfiat dalam sesi konferensi pers.
Kemenangan perdana bagi Persela kali ini, menjadi catatan penting bagi para pemain Macan Muria. Mereka segera melakukan evaluasi total dan bermain lebih baik lagi di laga-laga selanjutnya.
Kekalahan pada pekan ketiga melawan Persela merupakan catatan buruk kedua bagi Persiku Kudus. Sebab sebelumnya pada pekan kedua, Persiku harus tunduk saat menjamu PSS Sleman di Stadion Wergu Wetan Kudus.