GROBOGAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Grobogan memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan menggadakan tirakatan serta doa bersama di kantor DPC PKB setempat, pada Selasa (22 Juli 2025) malam.
Dalam momentum tersebut, para kader dan simpatisan PKB tak hanya merayakan Harlah partai. Tapi juga mengenang sosok KH Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur, sebagai pendiri dan tokoh sentral lahirnya PKB.
Dewan Syura PKB Grobogan KH Musyafak Zain memaparkan, Gus Dur merupakan tokoh inklusif sekaligus juga menjadi motor utama berdirinya PKB sebagai wadah politik warga NU. Menurutnya, gaya politiknya yang membumi serta menjangkau berbagai kalangan masih menjadi inspirasi utama perjuangan partai hingga kini.
”PKB ini lahir dari gagasan besar para kiai dan tokoh NU, terutama Gus Dur. Beliau menjadi simbol perjuangan politik yang tak hanya mengejar kekuasaan, tapi juga nilai, keberagaman, dan keadilan,” jelasnya.
KH Musyafak menegaskan, PKB hadir untuk memperjuangkan aspirasi warga NU yang selama ini kerap terpinggirkan dalam panggung politik nasional. Dulu warga NU hanya ‘numpang’ di partai lain. Namun saat ini sudah memiliki rumah sendiri, yakni PKB.
“PKB bukan hanya partai, tapi juga amanah perjuangan,” imbuhnya.
Ketua panitia acara, Gus Saidun menyampaikan, tirakatan tersebut adalah bentuk rasa syukur atas perjalanan PKB yang kini telah berusia 27 tahun. Menurutnya, ini merupakan momentum spiritual dan silaturahmi politik.
“Kami berterimakasih atas kebersamaan seluruh elemen PKB,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, DPC PKB Grobogan juga menggelar santunan kepada anak-anak yatim piatu di Pondok Pesantren Assalam, Kecamatan Kradenan, Grobogan. Santunan itu bagian dari program nasional PKB yang menargetkan sekitar 27 ribu anak yatim piatu.
Selain doa bersama, acara juga menampilkan pemutaran sejarah lahirnya PKB di Grobogan. Sekaligus terkait dengan dinamika politik nasional pasca-reformasi.