JEPARA — Pemerintah terus memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya strategis membangun generasi emas 2045. Program MBG ini didukung anggaran besar untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Jepara.
Merespon hal itu, Pemkab Jepara pun membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengakselerasi program nasional tersebut.
Bupati Jepara Witiarso Utomo melalui Pj. Sekda Jepara Ary Bachtiar memimpin langsung rapat Percepatan Pelaksanaan Program MBG di Ruang Rapat Sosrokartono, Rabu 18 Juni 2025.
Menurut Sekda, Pemkab Jepara sudah menyiapkan lahan untuk program MBG. Ada lima lokasi yang dijadikan dapur gizi yang dikelola pihak swasta. Meliputi Kecamatan Karimunjawa (Desa Karimunjawa), Tahunan (Desa Semat), Pakis Aji (Desa SuwawalTimur), Donorojo (Desa Tulakan), dan Pecangaan (Desa Pulodarat).
Sebelumnya, Kecamatan Jepara, Tahunan, Kalinyamatan, dan Mayong sudah terlebih dulu melaksanakan program MBG. Pemkab Jepara siap menyosialisasikan program MBG kepada masyarakat luas.
"Kita sudah sediakan lima lokasi untuk program MBG. Mekanisme akan kita koordinasikan dengan Badan Gizi Nasional (BGN),"paparnya.
Sementara itu, Dandim 0719/Jepara Letkol Arm. Khoirul Cahyadi menjelaskan, program MBG adalah inisiatif Pemerintah Indonesia meningkatkan status gizi masyarakat. Terutama anak-anak, ibu hamil, serta ibu menyusui.
Program MBG dilaksanakan BGN bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, dan menargetkan 17,7 juta orang termasuk 15,5 juta anak sekolah, 2,4 juta ibu hamil atau menyusui.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi, menuju Indonesia Emas 2045.
"Program Nasional ini harus kita dukung demi mewujudkan Indonesia Emas 20245,"terangnya.
SDM disiapkan melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Letkol Arm. Khoirul Cahyadi, juga akan menjalin kemitraan dengan UMKM, demi suksesnys program MBG di Kabupaten Jeepara.