GROBOGAN — Untuk memastikan stok beras aman supaya tidak memicu kenaikan harga di pasar, Bupati Grobogan Setyo Hadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Depok, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Kamis (2 September 2025) sore.
”Kami bersama Forkopimda sidak ke gudang Bulog ingin memastikan beras ini cukup enggak untuk kira-kira empat bulan ke depan. Dan ternyata stoknya aman, masih ada 9.144 ton,” jelasnya kepada sejumlah wartawan setelah sidak selesai.
Bupati Setyo Hadi menyampaikan, stok beras tersebut masih mencukupi untuk kebutuhan enam bulan ke depan. Dan dalam jangka waktu itu masih cukup hingga petani di Kabupaten Grobogan melakukan panen.
Selain memastikan ketersediaan beras di Gudang Bulog Depok aman, Bupati Setyo Hadi juga hendak memastikan kualitas beras tetap terjaga. Sehingga, pihaknya berharap tidak ada temuan di masyarakat beras yang beredar di pasaran sudah kadaluarsa.
”Jangan sampai ada temuan beras di Gudang Bulog sini, warna kuning atau sudah ada bubuknya, dan baunya apek. Jangan sampai ada, dan saya lihat tadi baik-baik saja,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Setyo Hadi juga meminta kepada pihak Bulog Depok Grobogan segera menghabiskan stok lama. Hal itu dilakukan dalam rangka meminimalisir beras yang kadaluarsa beredar di masyarakat.
"Kami minta stok lama supaya segera dihabiskan. Stok ini untuk operasi pasar, kalau harga melonjak. Seperti contoh, dibawa ke pasar Grobogan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Depok Grobogan Muh Hanif Wahyudi menambahkan, pihaknya menerima penyerapan beras sebanyak 1.380 ton per bulan. Sementara, kebutuhan per tahun sebanyak 16.560 ton.
”Kalau ada bansos, kebutuhannya sampai segitu. Tapi kalau tidak ada, tidak sampai segitu,” jelasnya, seusai mendampingi Bupati Setyo Hadi dan jajaran Forkompimda.
Hanif mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyerapan gabah dari petani dengan harga Rp 6500 per kilogram. Kendati demikian, pihaknya mempersilakan mereka kalau ingin menjualnya kepada tengkulak karena harganya lebih tinggi.
”Kalau di kami, Rp 6.500, tidak boleh kurang tidak boleh lebih. Petani silakan ke yang lain jika memang lebih tinggi di pasaran,” tandasnya.
Dalam sidak tersebut, Forkompimda Grobogan yang turut mendampingi Bupati Setyo Hadi diantaranya Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani, Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto, dan Dandim 0717/Grobogan Letkol Kav Barid Budi Susila.
Selain itu, ada Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah (DKPD) Grobogan Suwarno, Plt Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Grobogan Kukuh Prasetyo Rusadi, serta Kabid Perdagangan Disperindag Grobogan Christina Setyaningsih.