GROBOGAN — Anggota DPD RI dari Dapil Jawa Tengah, Casytha A Kathmandu, mengadakan turnamen "Dragbike Pemula 2025" di Sirkuit Non Permanen (NP) Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu 21 September 2025.
Acara ini dibuka Wabup Grobogan Sugeng didampingi Dandim 0717/Grobogan Letkol Kav Barid Budi Susila bersama KBO Polres Grobogan Moch Agus Salim.
"Semoga kegiatan dragbike pada hari ini berjalan lancar sampai selesai," kata Wabup Sugeng saat memberikan sambutan.
Wabup Sugeng menyampaikan terima kasih kepada Senator Dapil Jateng Casytha A Kathmandu beserta tim Manahadap Management sebagai penyelenggara kegiatan tersebut.
"Mudah-mudahan turnamen dragbike ini bisa menjadi ruang bagi anak-anak muda, terutama di Grobogan, dalam menyalurkan potensinya di dunia balap motor. Besar harapan kami kegiatan ini juga dapat mencegah dan mengurangi balapan liar maupun kenakalan remaja lainnya," imbuhnya.
Dihubungi terpisah, anggota DPD RI Dapil Jateng, Casytha A Kathmandu menyampaikan, ide untuk menggelar dragbike ini muncul dari keresahan atas banyaknya balap liar di kalangan remaja di wilayah Jawa Tengah.
"Selain itu, juga adanya permintaan dari penghobi dan penggemar balap dragbike," imbuhnya ketika dihubungi diswayjateng.com.
Lebih lanjut, Casytha mengungkapkan bahwa tujuan dari digelarnya dragbike untuk mewadahi hobi dan kegemaran balap motor di kalangan remaja agar bisa tersalurkan sesuai ketentuan dan menghadirkan prestasi bagi mereka.
"Target kami adalah dapat mengurangi balapan liar di kalangan remaja serta memberikan wadah bagi mereka untuk mengukir prestasi," jelasnya.
Casytha pun berharap, ke depannya dragbike bukan sekadar menjadi arena balapan motor, tapi juga kegiatan yang positif dan menjadi ruang menyalurkan potensi untuk mengukir prestasi serta membangun sportivitas di kalangan remaja.
"Sekaligus untuk menyatukan energi di daerah melalui olahraga balap motor," pungkasnya menambahkan.
Seperti diketahui, dragbike termasuk cabang olahraga balap sepeda motor yang mengadu kecepatan tinggi dua motor pada lintasan lurus yang sama, biasanya sepanjang 201 meter, dengan pemenangnya adalah yang pertama mencapai garis finish.
Ajang ini melibatkan modifikasi khusus pada motor untuk mencapai akselerasi maksimal dan membutuhkan keahlian teknis maupun mental yang tinggi dari para pembalap, termasuk juga teknik merendahkan tubuh "gaya superman" untuk menaklukkan hambatan angin.