GROBOGAN — Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, M Abdul Khoerudin menyampaikan, bahwa saat ini sudah terbentuk sebanyak 57 Desa Tangguh Bencana (Destana) di Grobogan.
"Pembentukan Destana sudah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu dan itu termasuk program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ungkapnya kepada diswayjateng.com, baru-baru ini.
Udin, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa ada sejumlah materi yang akan disampaikan saat pembentukan serta pengukuhan Destana, dengan tujuan sebagai antisipasi atau kesiapsiagaan dini dalam menghadapi suatu bencana yang rawan terjadi di wilayah desa.
"BPBD Grobogan bertindak sebagai fasilitator, yang membekali peserta atau sukarelawan Destana dengan berbagai materi, terutama mitigasi bencana," terangnya.
Udin melanjutkan, pertama, mengenai kajian resiko bencana. Yakni, apa saja resiko yang ada dalam sebuah wilayah Destana. Kalau sudah terdapat resiko, kemudian apa tindak lanjutnya dalam menghadapi resiko tersebut atau bisa disebut juga dengan peringatan dini.
"Misalnya resiko terjadi bencana banjir. Maka selanjutnya akan dibentuk forum pengurangan resiko bencana maupun relawan tanggap darurat. Siapa saja dan berbuat apa?" katanya.
Berikutnya, Udin memaparkan, terkait peringatan dini. Sebelum terjadi banjir menurutnya, pasti ada tanda-tanda dari berbagai sumber seperti dari hulu terjadi hujan deras berjam-jam tanpa henti, kemudian elevasi sungai mulai naik hingga arus yang sangat deras.
"Tanda-tanda itu bisa jadi peringatan dini," tegasnya mengingatkan.
Selanjutnya, Udin menambahkan, jika terjadi kondisi darurat seperti banjir, Destana sudah memiliki forum relawan tanggap darurat yang senantiasa siap melakukan evakuasi secara mandiri sebagaimana bekal materi yang telah diberikan saat pembentukan Destana.