Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kerajinan Batok Kelapa Karya Seniman Jepara Tembus Pasar Dunia

Bupati Witiarso dan Wabup hajar dikado lukisan limbah batok kelapa karya seniman Jepara. (arief pramono/diswayjateng)

JEPARA — Karya lokal Indonesia kembali merambah internasional. Salah satunya adalah kerajinan batok kelapa karya Kabupaten Jepara kini tembus pasar dunia.


Hal ini terungkap saat Bupati Jepara Witiarso Utomo melaksanakan program ‘Bupati Ngantor di Desa’ yang dilaksanakan di Desa Lebak Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara.


Selain mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat desa, agenda itu juga untuk menyerap aspirasi, mencarikan solusi hingga mengangkat potensi delapan desa yang ada di Pakisaji.


Kehadiran orang nomor satu di Jepara ini disambut antusias oleh ratusan siswa-siswi serta warga setempat. Kegiatan diawali peninjauan ke sejumlah pelaku UMKM dari delapan desa di Kecamatan Pakisaji. 


Bupati Witiarso, Wabup Ibnu Hajar juga melarisi dagangan pelaku usaha desa setempat. Hal itu sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi kerakyatan.


Salah satu UMKM yang menarik perhatian Bupati Witiarso Utomo adalah stand kerajinan berbahan dasar limbah batok kelapa, pasir dan kepelan kayu asal Desa Lebak. 


Limbah yang biasanya hanya menjadi arang untuk pembakaran ini, diolah oleh Fauzul Qorib menjadi berbagai kerajinan. Mulai dari gantungan kunci, asbak hingga lukisan siluet bergambar tokoh. 


Beberapa kerajinan batok kelapa yang ada diantaranya lukisan siluet proklamator Indonesia Bung Karno, Pahlawan Emansipasi Perempuan Indonesia RA Kartini, Presiden Indonesia keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan lainnya. Ada juga lukisan siluet Bupati Jepara Witiarso Utomo.


Menurut Fauzul, hasil kerajinan batok kelapa terlebih lukisan siluet diminati berbagai kalangan. Saat ini, hasil karyanya itu sudah berpindah ke tangan konsumen di berbagai kota, baik di Pulau Jawa, luar Jawa hingga Korea dan negara lainnya. 


Karya seni ini dibanderol dengan harga bervariasi tergantung ukuran. Untuk ukuran terkecil 50 cm x 60 cm dibanderol Rp 600 ribu. Sedang ukuran terbesar ukuran 1 meter x 1,5 meter seharga Rp 2 juta.

"Rumah saya kebetulan dekat dengan Pasar Lebak. Ada banyak limbah batok kelapa di sana. Akhirnya saya olah hingga menjadi kerajinan. Alhamdulillah ternyata banyak peminatnya," kata Fauzul.


Fauzul mengaku belajar secara otodidak saat ia mondok di Banyuwangi Jawa Timur. Ia selalu bereksperimen agar bisa menghasilkan karya-karya lain yang bernilai ekonomi tinggi. 


Terbaru, ia berusaha agar lukisan siluet tokoh bisa dikolaborasikan dengan produk ukir seperti meja makan.


"Jadi nanti bisa dipasang di meja makan yang di atasnya diberi kaca. Ini bagian kolaborasi agar ada nilai lebih pada produk mebel asal Jepara," ucapnya kemarin.


Disinggung soal lukisan siluet bergambar Bupati Witiarso Utomo, Fauzul mengaku sengaja membuatnya setelah mengetahui bakal ada kegiatan Bupati Ngantor di Desa Lebak. Lukisan siluet kerajinan batok kelapa itu dikerjakannya selama dua hari.


Saat Bupati Witiarso Utomo mengunjungi stand Desa Lebak, ia menyerahkan lukisan siluet itu ke orang nomor satu di Jepara itu.


"Ini bentuk apresiasi kepada Bupati karena punya progam prioritas pemberdayaan UMKM. Saya berharap semoga progam itu bisa dikerjakan maksimal sehingga benar-benar bisa mengangkat UMKM di desa-desa yang ada di Jepara," harapnya.


Bupati Witiarso Utomo mengapresiasi karya kerajinan batok kelapa Fauzul Qorib. Salah satu agenda progam Bupati Ngantor di Desa untuk mengidentifikasi, sekaligus mengangkat potensi yang ada di desa. 


Selain itu juga mendekatkan berbagai pelayanan publik hingga mencarikan solusi berbagai masalah yang ada di desa.


"UMKM akan terus kita support. Kita ingin UMKM di Jepara naik kelas," tandasnya. 

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube