GROBOGAN — Perhutani KPH Purwodadi memberikan ruang untuk peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan melalui program Agroforestry Tebu. Dengan pola kemitraan, rencana penanaman tebu dalam program itu akan dikelola Perhutani, LMDH dan para pesanggem (penggarap).
Rencana Agroforestry Tebu dengan pola kemitraan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Petak 87C RPH Tumpuk yang termasuk wilayah BKPH Tumpuk KPH Purwodadi.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk Aries Supriyanto, mengatakan bahwa sebelum pelaksanaan dilakukan pengarahan kepada pengurus LMDH Hutan Lestari dan para pesanggem yang merupakan masyarakat sekitar hutan di RPH Tumpuk.
"Dalam kesempatan itu, kami tekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan dengan tetap memberikan ruang bagi peningkatan ekonomi masyarakat melalui pola kemitraan," imbuhnya.
Aries menyampaikan bahwa konsep Agroforestry Tebu, juga mendukung program ketahanan pangan nasional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama antara perusahaan, LMDH, dan masyarakat.
“Kemitraan tebu yang kami jalankan tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada kelestarian hutan,” jelasnya.
Aries mengatakan bahwa lewat pola agroforestry, hutan tetap terjaga dan masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi. Pesanggem diajak bekerja sama guna menjaga kelestarian hutan.
Ketua LMDH Hutan Lestari, Yusroni, menegaskan komitmennya mendukung penuh kegiatan Agroforestry Tebu dengan pola kemitraan tersebut.
“LMDH Hutan Lestari siap bersinergi dengan Perhutani dalam mengelola tanaman tebu di kawasan hutan. Kemitraan ini membawa manfaat besar bagi para anggota LMDH dan pesanggem, dengan tetap menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.
Seorang pesanggem, Sutadi, mengaku terbantu dengan pola kemitraan yang dijalankan Perhutani KPH Purwodadi dengan LMDH maupun pesanggem.
“Kami terbantu dengan program kemitraan ini karena mendapatkan kesempatan untuk menggarap tebu dibimbing Perhutani, dengan tetap menjaga hutan untuk anak cucu,” katanya.