JEPARA — Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Mandalika Kabupaten Jepara. Beruntung dalam kejadian kapal penangkap ikan yang tenggelam pada Sabtu (6/9/2025), tidak merenggut korban jiwa.
Kronologi kecelakaan itu terjadi saat sebuah kapal penangkap ikan jenis mini korsin bernama KM. Mekar Jaya 08 tenggelam di Perairan Mandalika Jepara. Lokasinya berada sekitar 30 mil arah timur Pulau Karimunjawa.
Dalam kejadian itu, sebanyak 23 Anak Buah Kapal (ABK) berhasil selamat dan sudah dievakuasi ke Karimunjawa. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.
Camat Karimunjawa Demisioner, Mu’adz menjelaskan, kapal yang bertolak dari Pelabuhan Rembang pada Jumat (5/9) pagi mengalami kebocoran di bagian buritan.
Tak berselang kemudian dalam hitungan 15 menit, kapal berpenumpang 23 ABak langsung enggelam.
Bersamaan tenggelamnya kapal nahas itu, melintas perahu yang ditumpangi tiga nelayan Karimunjawa yang tengah mencari ikan di sekitar lokasi kejadian. Nelayan itu yakni Sukohadi (46), Saidi (32), dan Mulyono (46).
Tiga nelayan tersebut bergegas menolong 23 ABK kapal yang berusaha menyelamatkan diri. Aksi penyelamatan dilakukan dengan peralatan seadanya.
Puluhan ABK korban kapal tenggelam kemudian dinaikkan ke kapal nelayan penolong. Mereka membawanya daratan di Karimunjawa pukul 13.30 WIB, selanjutnya diistirahakan di rumah warga setempat.
Muadz menjelaskan, identitas para ABK yang selamat mayoritas berasal dari Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Nahkoda sekaligus pemilik kapal, Edi Susanto (34), juga termasuk di antara korban selamat.
Hingga saat ini, seluruh korban berada di Desa Karimunjawa, tepatnya di rumah Bapak Aziz Faturohman (RT 02/RW 01). Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kini pihak Kecamatan Karimunjawa telah melaporkan kejadian kecelakaan tersebut kepada Bupati Jepara, Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes), Baznas, PMI serta dihembuskan ke BPBD Jepara.
“Laporan sudah kami sampaikan kepada pimpinan dan instansi terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut,” ucap Muadz.
Usai dilakukan laporan resmi ke sejumlah pihak terkait, diharapkan bantuan logistik dan pendampingan dapat segera diberikan kepada para korban.