SEMARANG — Kejutan besar terjadi di laga pembuka Pegadaian Championship 2025/2026. Tim promosi Persiku Kudus tampil luar biasa dan sukses membungkam mantan tim Liga 1, PSIS Semarang. Hujan gol 4-0 tanpa balas mewarnai Stadion Jatidiri Semarang pada Minggu malam (14/9/2025).
Kemenangan besar ini tak hanya menjadi modal penting bagi tim asuhan Alfiat. Namun juga mengobrak abrik peta persaingan Liga 2 musim ini. Persiku, yang baru promosi ke Liga 2 tahun lalu, menunjukkan bahwa mereka tak sekadar pelengkap kompetisi.
Justru sebaliknya, mereka mempermalukan salah satu tim unggulan di kandangnya sendiri. Di sisi lain, hasil ini menjadi tamparan keras bagi PSIS Semarang.
Laskar Mahesa Jenar sebagai tim yang baru terdegradasi dari Liga 1 dan memiliki sejarah panjang di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, tak berdaya menghadapi agresivitas tim muda asal Kudus tersebut.
Bintang kemenangan Persiku Kudus kali ini adalah striker asing mereka, Igor Costa. Mencetak hattrick di menit ke-25, 79, dan 86. Satu gol tambahan dicetak Putra Chaniago di menit ke-37.
Penampilan Igor Costa malam itu menunjukkan bahwa Persiku punya daya gedor yang mematikan. Pergerakan dan insting gol striker asal Brasil itu jadi momok nyata bagi lini belakang PSIS.
“Alhamdulillah malam ini kami diberikan kemenangan oleh Allah SWT, anak-anak main all out,” ujar pelatih Persiku, Alfiat.
Ia menambahkan, meski sempat terlihat gugup di babak pertama, anak-anak asuhnya berhasil mengatasi tekanan dan menjalankan instruksi dengan lebih tenang di babak kedua.
Kemenangan ini menjadi simbol pergeseran kekuatan di Liga 2. Persiku Kudus, yang selama ini dikenal sebagai tim daerah dengan sejarah panjang di level amatir, kini mulai unjuk gigi di level profesional.
"Ini bukan akhir, baru awal. Jangan besar kepala. Fokus dan evaluasi harus terus dilakukan," tegasnya.
Sementara itu, kekalahan memalukan ini menjadi alarm bagi PSIS Semarang. Bermaterikan pemain-pemain berpengalaman, kekalahan dengan skor mencolok di laga kandang pertama jelas bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele.
Salah satu pemain, Crah Eka Angger, menyebut kehadiran suporter menjadi tambahan energi yang luar biasa bagi timnya.
“Suporter luar biasa. Kami merasa bermain di kandang sendiri. Semoga tren positif ini terus berlanjut,” tukas Angger.
Pelatih Kepala Persiku Kudus, Alfiat mengaku sangat bersyukur atas raihan 3 poin di kandang PSIS malam ini. Kemenangan ini merupakan hasil kerja keras para pemain dan berkah dari Allah SWT.
“Alhamdulillah malam ini kami diberikan kemenangan oleh Allah SWT, anak-anak main all out,” ujar Alfiat dalam sesi konferensi pers usai laga malam ini.
Meskipun Persiku di babak pertama sukses mencetak 2 gol, namun Alfiat menilai bahwa permainan anak asuhnya masih kurang maksimal. Terutama karena sering kehilangan bola.
“Mungkin anak-anak belum tenang karena pertandingan perdana, masih nervous (grogi),” tukasnya.