Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Guru di Kudus Wajib Melek Coding demi Generasi Emas di Digital

Bupati Samani membuka Pelatihan Guru Computational Thinking & Unplugged Coding di PBG Kudus.

KUDUSKalangan guru di Kabupaten Kudus wajib memahami konsep computational thinking dan unplugged coding, yang menjadi dasar literasi digital di era kecerdasan buatan (AI). Karena itu, mereka diikutkan dalam Pelatihan Guru Computational Thinking & Unplugged Coding “Tangible”.


Pelatihan ini bertempat di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus, Senin (6/10/2025). Agenda ini dibuka oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan didukung Yayasan Dharma Bakti Lestari dan Yayasan Sukma dan Leva Foundation.


Kegiatan pelatihan yang berlangsung pada 5–7 Oktober 2025 ini, diikuti oleh puluhan guru SD, SMP, dan SMA. Mereka berasal dari Kabupaten Kudus, Demak, Pati, dan Jepara.


Pelatihan bertujuan memperkuat kemampuan guru memahami konsep computational thinking dan unplugged coding, yang menjadi dasar literasi digital di era kecerdasan buatan (AI).


Bupati Sam’ani Intakoris mengapresiasi seluruh pihak yang berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan ini.


Pihaknya menegaskan pentingnya penguasaan bahasa pemrograman bagi tenaga pendidik, agar mampu menyiapkan peserta didik yang melek teknologi.

“Kegiatan coding ini penting bagi guru sebagai bahasa pemrograman komputer yang nantinya akan diajarkan kepada anak-anak, " ujar Samani.


Pihaknya juga berterima kasih kepada Yayasan Dharma Bakti Lestari dan Leva Foundation yang telah menggagas serta memberikan pelatihan ini.


"Di era IT dan AI seperti sekarang, mau tidak mau kita harus belajar, karena kalau tidak, kita akan tertinggal,” terang Samani.


Pelatihan ini mengusung pendekatan integrasi computational thinking dan unplugged coding dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah diterapkan.


Sejumlah guru diajak memahami logika berpikir pemrograman tanpa harus bergantung pada komputer.


Peralatan yang digunakan pun sederhana dan nyata, cukup dengan handphone dan seperangkat alat pendukung praktis.

Direktur Eksekutif Yayasan Sukma
Ahmad Baidhowi menyerahkan buku Tangible Coding kepada Bupati Kudus.

Direktur Eksekutif Yayasan Sukma, Ahmad Baidhowi AR, menjelaskan bahwa metode Tangible Coding ini telah digunakan di lebih dari 22 negara.



Kudus menjadi kota kedua di Indonesia setelah Palu yang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan serupa.



“Kami sudah menyiapkan modul yang bisa digunakan untuk siswa SD hingga SMA. Bahasa yang dipakai sangat dasar, bahkan berbentuk puzzle agar anak-anak lebih fun. Metode ini disebut unplugged coding, karena fokusnya bukan pada alat, tapi pada pola pikir komputasional,” terang Baidhowi.



Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan minat siswa terhadap dunia teknologi sejak dini, serta memperkuat kapasitas guru sebagai penggerak inovasi pendidikan di daerah.



Melalui kegiatan ini, Pemkab Kudus berharap para guru bisa menjadi pionir pembelajaran digital yang kreatif dan inspiratif, sehingga lahir generasi muda Kudus dan sekitarnya yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di era transformasi digital global.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube