GROBOGAN — Perhutani KPH Purwodadi bersama LMDH Sendang Mulyo dan Pramuka Saka Wanabakti melakukan budidaya tanaman jambu kristal dan alpukat di kawasan hutan Wirosari, Kabupaten Grobogan.
Kegiatan penanaman dilakukan di areal Petak Unit Bisnis (PUB) RPH Sendangpakelan, BKPH Sambirejo.
Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyebutkan ada 900 pohon jambu kristal dan 600 pohon alpukat yang ditanam di petak 75D seluas 2,5 hektare dan petak 76E seluas 1,4 hektare.
“Ada 900 pohon jambu kristal dan 600 pohon alpukat yang ditandam di petak 75D seluas 2,5 hektar dan petak 76E seluas 1,4 hektar,” jelasnya belum lama ini.
Menurutnya, program ini merupakan inovasi usaha ekonomi produktif. Lahan hutan dimanfaatkan secara optimal, namun tetap menjaga fungsi ekologis dan kelestariannya.
“Kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan organisasi yang terlibat, juga menjadi contoh nyata pemanfaatan lahan hutan secara produktif dan lestari,” ujarnya.
Untoro menambahkan, sinergi antara Perhutani, LMDH, dan Pramuka Saka Wanabakti menjadi bukti komitmen KPH Purwodadi dalam rangka menjaga kelestarian hutan, sekaligus juga untuk mendukung ketahanan pangan.
Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menyebut budidaya buah ini juga bagian pemberdayaan masyarakat desa hutan.
“Masyarakat yang tergabung dalam LMDH dapat memperoleh tambahan penghasilan dari hasil buah yang ditanam. Harapannya, masyarakat bersama-sama menjaga kelestariannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Saka, Leo Sadani menegaskan, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga lingkungan.
“Selain belajar teknik budidaya, kami juga menanamkan nilai-nilai cinta hutan, kerja sama, dan tanggung jawab terhadap lingkungan kepada anggota muda,” jelasnya.