GROBOGAN — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan dr. Djatmiko menyampaikan, pihaknya terus menggalakkan penanganan stunting. Salah satunya lewat program Pediatric Social Responsibility (PSR) yakni program penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan dengan melibatkan dokter spesialis anak di sejumlah Puskesmas.
“Kegiatan mulai dari 17 - 24 Juli 2025. Rencana penutupannya dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan di CFD pada Minggu nanti,” katanya, Rabu (23 Juli 2025).
Djatmiko melanjutkan, melalui PSR ini masyarakat akan diberikan edukasi tentang tumbuh kembang anak, konsultasi dengan dokter anak, serta pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan lokal.
“Kami juga terus menggiatkan penyuluhan tentang pentingnya MPASI yang sesuai terutama untuk bayi usia 6 bulan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Djatmiko mengimbau orangtua supaya tidak lagi memberikan menu tunggal seperti pisang atau bubur instan sebagai MPASI serta tidak menggantinya dengan susu formula tanpa alasan medis, terutama pada usia 6 bulan.
”Kami masih sering mendapati menu tunggal sering diberikan orangtua,” ujarnya.
Djatmiko menambahkan, orangtua juga perlu melakukan pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu. Bayi yang tidak mengalami peningkatan berat badan selama dua bulan berturut-turut akan dievaluasi lebih lanjut di Puskesmas.
”Kalau berat badan tidak naik satu atau dua kali, maka harus segera dievaluasi di Puskesmas agar bisa diberi relaktasi atau penanganan lain sesuai alur,” tutupnya.