PATI — Kericuhan mewarna aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Pati. Massa yang menggelar orasi meminta bupati untuk turun dan menemui massa aksi tidak kunjung keluar.
Orasi dari Kapolres Pati Kombes Jaka maupun dari Dandim Pati Letkol arm Timotius Berlian Yogi ananto tidak digubris massa.
Ribuan warga Pati terlihat marah sehingga melakukan tindakan anarki dengan melempar kantor bupati dengan botol air mineral.
Alhasil, air mineral yang merupakan sumbangan warga sebagai bentuk dukungan aksi, malah dipakai pengunjuk rasa sebagai "senjata" untuk melempari aparat yang berjaga di depan pintu gerbang kantor Bupati.
Lemparan itu menyebabkan area kantor Bupati menjadi basah dengan air mineral.
Tidak hanya itu, massa juga mencoba merangsek masuk dengan cara mendorong pintu gerbang sehingga petugas terpaksa menyemprotkan water cannon pada massa.
Namun, massa bukanya menyerah, malah semakin menjadi dengan melempari petugas dengan batu, kayu apapun yang ditemukan.
Puncaknya, petugas melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa.
Hingga kini, situasi masih ricuh