PATI — Pemkab Pati semakin serius membenahi sistem pendidikan, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter. Selain itu, Pemkab Pati berkeinginan para guru terbaik dimaksimalkan untuk mendidik dan bukan sekadar mengajar.
Harapan besar itu dikatakan Bupati Pati Sudewo, saat memimpin Rapat Koordinasi Pendidikan yang digelar di Kantor Bupati Pati pada, Rabu 23 Juli 2025.
Rapat ini dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, para camat, serta koordinator wilayah (Korwil) pendidikan se-Kabupaten Pati.
Bupati Sudewo berkomitmen mengawal keberlanjutan kebijakan penguatan karakter anak, terutama menjelang tahun ajaran baru 2025/2026.
"Saya sudah koordinasi dengan Korwil tiap kecamatan, Korwil pendidikan, dan camat se-Kabupaten Pati untuk memberikan semangat mereka supaya kebijakan penguatan karakter anak itu tetap berjalan di awal tahun ajaran 2025/2026,” ujar Sudewo.
Sudewo mengingatkan korwil pendidikan kecamatan tetap bersemangat dan tidak kendor. Sehingga lagu-lagu nasional tetap dinyanyikan oleh anak-anak, peduli lingkungan, tidak main handphone, belajar dari jam 7 sampai 9 malam.
Sudewo juga menyoroti pentingnya kualitas guru dan distribusi pengajar yang memiliki kompetensi serta dedikasi tinggi. Ia ingin para guru terbaik dimaksimalkan untuk mendidik, bukan sekadar mengajar.
“Bagaimana nanti penguatan mutu pendidikan, guru-guru yang pintar itu dan punya ketulusan untuk mengajar itu kita maksimalkan untuk mengajar. Itulah tujuan daripada koordinasi ini,” ujarnya.
Salah satu isu penting yang dibahas dalam rakor adalah peningkatan anggaran operasional bagi korwil pendidikan. Menurut Sudewo, besaran alokasi dana yang sebelumnya hanya Rp1,6 juta per bulan akan dinaikkan signifikan.
“Korwil itu, karena kemarin ada efisiensi, tiap bulannya teralokasikan Rp1.600 ribu dulu. Ini nanti akan sebesar Rp 3,5 juta per bulan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Pemkab Pati juga merencanakan pengadaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) untuk jenjang SD dan SMP. Langkah ini sebagai bagian dari strategi mendukung pembelajaran berkualitas.
“Nanti juga akan ada pengadaan anggaran untuk LKS, baik untuk anak SD maupun anak SMP. LKS ini adalah untuk menunjang mereka belajar serius. Tapi, LKS dengan anggaran yang begitu besar saya minta satuan sekolah menggunakan secara maksimal,” imbuhnya.