Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Cerita Inspiratif Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Wakafkan Masjid dan Perpustakaan untuk Ibu dan Bapaknya

WAKAF - Mendikdasmen Abdul Mu’ti mendampingi Hj. Kartinah (kanan) menandatangani prasasti peresmian masjid. (arief pramono/diswayjateng.com)

KUDUSBangunan masjid berarsitektur unik di pinggir jalan Dukuh Winong Desa/Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus Jawa Tengah, berdiri megah dengan menara yang siap menembus langit.


Kehadiran masjid baru dengan desain dan interior yang mengadopsi nuansa Masjid Nabawi ini, semakin melengkapi keindahan view masjid yang berlatar Pegunungan Muria Kudus ini. 


Tempat ibadah megah ini dinamakan Masjid Hajah Kartinah. Yang menarik, masjid baru ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Prof. Abdul Mu’ti pada Jumat 21 November 2025.


Bukan tanpa alasan Mendikdamen Abdul Mu’ti jauh jauh dari Jakarta datang di Kudus, hanya untuk sekedar meresmikan sebuah masjid yang lokasinya pun berada di pelosok desa.


Ternyata masjid tersebut berada di lokasi yang istimewa. Yakni di dekat kampung halaman Menteri Abdul Mu’ti, yang berada di Dukuh Winong, Desa Kaliwungu Kudus.


Langkah inspiratif Menteri Abdul Mu’ti membangun Masjid Hj. Kartinah ini, didedikasikan untuk sang ibundanya yang bernama Kartinah.

Tak hanya itu, Mu’ti juga melengkapi bangunan masjid dengan perpustakaan yang bisa diakses masyarakat.


Keberadaan perpustakaan di lantai 2 masjid setempat, juga diberi nama Perpustakaan H.A. Djamjadi.


Pemberian nama perpustakaan ini, juga memiliki alasan dan sarat makna filosofis. H.A Djamjadi adalah nama almarhum ayah Abdul Mu’ti yang juga seorang guru.


Masjid Hj. Kartinah yang didesain menarik dengan mengadopsi Masjid Nabawi di Madinah ini, agar anak-anak muda dan warga dari desa setempat tertarik untuk datang ke masjid.


Uniknya lagi, masjid yang diwakafkan Menteri Abdul Mu’ti bagi kedua orang tuanya ini, sengaja dibangun dengan anggaran pribadi tanpa bangunan pagar. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah beribadah. 

Wujud Bakti Abdul Mu’ti ke Orangtua

Masjid Hajah Kartinah di Kudus berdiri megah yang diresmikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti (Arief Pramono)

Kisah inspiratif pembangunan masjid untuk ibunya itu, sebagai wujud bakti dan rasa terima kasih Abdul Mu’ti kepada orang tua.


Meski karirnya cemerlang diamanahi sebagai Mendikdasmen, namun pejabat yang lahir di Kudus pada 2 September 1968 ini tak melupakan jasa kedua orangtuanya.


Sebagai bentuk bakti Abdul Mu’ti, ia membangun dan mewakafkan Masjid Hj. Kartinah dan Perpustakaan H.A Djamjadi bagi kedua orang tuanya.


Dua fasilitas umum yang berada di Kompleks Kampus 2 SD ‘Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus ini, sebagai sedekah jariyah bagi Abdul Mu’ti dan ibundanya yang akan terus mengalir di dunia dan akhirat kelak.


Mimpi besar mantan Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah untuk membangun masjid bagi ibundanya, memang sudah terbersit sejak lama.


Bak gayung bersambut, keinginan Abdul Mu’ti membangun masjid kemudian diterjemahkan oleh seorang arsitek local Kudus bernama Shigit Kurniawan.


Arsitek alumni Universitas Diponegoro ini, diberikan kepercayaan oleh Abdul Mu’ti untuk mendesain masjid yang dibangun di atas lahan 220 meter persegi.


Di sela sela peresmian itu, Mu’ti berpesan agar kedua fasilitas pendidikan ini dapat difungsikan sebagaimana tujuan awal didirikan. Selain itu, dapat berkontribusi dalam mewujudkan harapan Presiden Prabowo Subianto dalam Asa Cita keempat.


“Mudah-mudahan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan untuk memangun generasi yang kuat dan unggul seperti haraan Presiden Prabowo dalam Asa Cita keempat,” ujar Mu’ti.


Mu’ti juga mengapresiasi langkah SD ‘Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus, dalam mendukung pembelajaran yang lebih maksimal melalui sarana dan prasana yang lebih menunjang dan modern.


“Alhamdulillah perpustakaan sudah mulai terisi lumayan, lebih dari 3.500 buku. Selain untuk mendukung kegiatan pembelajaran di SD, juga untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan para murid serta untuk masyarakat secar luas,” terang Mu’ti.

Terima Donasi Buku Perpustakaan

Mendikdasmen juga mewakafkan Perpustakaan H.A Djamjadi untuk meningkatkan literasi masyarakat (Arief Pramono)

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SD ‘Aisyiyah Multilingual Darussalam, Amrina Faatihatun Nisa menambahkan, pembangunan Masjid Hj. Kartinah dan Perpustakaan H.A Djamjadi merupakan upaya kolektif memperkuat pembinaan keagamaan dan literasi di sekolah setempat.


“Masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu buku-buku bisa diunggah ke rumah pendidikan, tentunya setelah dikurasi oleh Pusat Perbukuan Nasional, ini akan membantu upaya kita dalam meningkatkan angka literasi di Indonesia,” tuturnya.


“Pembangunan ini merupakan ikhtiar bersama menghadirkan sarana yang memperkuat ibadah, akhlak, sekaligus menumbuhkan budaya literasi bagi anak-anak,” ujarnya.


Amrina pun menyebut bahwa pemilihan nama Masjid Hajjah Kartinah dan Perpustakaan H.A. Djamjadi, diambil dari nama orang tua Menteri Abdul Mu’ti. Hal itu sebagai bentuk penghormatan sekaligus teladan bagi mereka.


Sedangkan penempatan masjid di lantai pertama dan perpustakaan di lantai kedua, juga merupakan filosofi pendidikan yang terinspirasi langsung dari Mendikdasmen.


“Fondasi iman kami letakkan di bawah, dan ilmu pengetahuan ditempatkan sebagai harapan dan cita-cita tinggi yang harus diraih,” terang Amrina.


Dalam kesempatan itu, Amrina pun menyampaikan apresiasi kepada Prof. Abdul Mu’ti dan seluruh donatur yang telah memberi dukungan penuh. 


Amrina berkomitmen turut berkontribusi dalam penyiapan Generasi Emas 2045 melalui sistem pendidikan di Kabupaten Kudus.