Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Bupati Pati Tanggapi Aksi Demo Berujung Korban Jiwa: "Itu Takdir, Pembelajaran untuk Semua"

Bupati Pati Sudewo menanggapi aksi unjuk rasa didepan kantor Kabupaten Pati.

PATI — Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Rabu 13 Agustus 2025 menyisakan duka. Dari informasi yang beredar, aksi tersebut memakan korban luka.


Menanggapi hal ini, Bupati Pati Sadewo menyampaikan bahwa seluruh korban telah ditangani oleh pihak rumah sakit, serta mendoakan kesembuhan bagi yang masih menjalani perawatan.


"Ya, itu sudah ditangani oleh pihak rumah sakit. Saya harapkan itu bisa ditangani sebaik-baiknya. Mereka yang sedang sakit mudah-mudahan segera membaik, sehat walafiat kembali," ujar Sadewo.


Ketika dikonfirmasi mengenai kabar adanya korban meninggal dunia, Sadewo menegaskan bahwa hal tersebut merupakan takdir.


"Kalau ada informasi ada yang meninggal, itu takdir lah ya. Itu takdir, kami tidak bisa buat apa-apa," ucapnya.


Bupati Sadewo mengatakan bahwa secara umum aksi massa sudah berangsur mereda pada sore hari. Meski begitu, masih ada segelintir orang yang bertahan di lokasi.


"Secara garis besar sudah selesai. Memang masih sebagian kecil yang berada di depan, tapi kayaknya itu juga bukan pendemo yang dari tadi pagi," jelasnya.


Ia juga mengaku memahami emosi massa, apalagi kericuhan sempat terjadi saat dirinya mencoba menemui para pengunjuk rasa.


"Kami bisa memahami emosi mereka karena orang banyak kan tidak mungkin bisa terkendali sepenuhnya. Tapi yang terpenting ini sudah berjalan, dan ke depan akan saya perbaiki segala sesuatunya," ungkapnya.

Sadewo yang baru menjabat beberapa bulan menyebut kejadian ini sebagai pelajaran berharga, baik bagi dirinya maupun warga Kabupaten Pati.


"Masih banyak kekurangan dan kelemahan yang harus kami benahi ke depan. Saya harap ini jadi pembelajaran untuk seluruh masyarakat menjaga soliditas, kekompakan, dan tidak terprovokasi. Kabupaten Pati milik kita semua, dan yang harus menjaga adalah warga Kabupaten Pati," tegasnya.


Menanggapi tuntutan massa yang meminta dirinya mundur, Sadewo menegaskan bahwa jabatan Bupati didapat melalui proses demokratis dan konstitusional.


"Saya dipilih oleh rakyat secara demokratis, jadi tidak bisa saya berhenti hanya karena tuntutan. Semua ada mekanismenya," katanya.


Sadewo juga menanggapi rapat paripurna DPRD yang membahas hak angket terkait kepemimpinannya.


"Itu kan hak angket yang dimiliki oleh DPRD. Saya menghormati hak tersebut," ujarnya.


Bupati berharap peristiwa ini menjadi kejadian terakhir yang memicu korban jiwa di Kabupaten Pati, sehingga roda pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan lancar.


“Mudah-mudahan ini adalah kejadian terakhir supaya pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar,” pungkasnya.