PATI — Mencuatnya Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati Sudewo yang dilakukan tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Pati tampaknya ditanggapi santai oleh orang nomor satu di kabupaten Pati.
Bupati Sudewo menegaskan sikapnya untuk menghormati mekanisme yang dimiliki DPRD Pati.
“Terkait hak angket, itu kan hak angket yang dimiliki oleh DPRD, jadi saya menghormati hak angket tersebut, paripurna tersebut," ujar Bupati Sudewo dalam keterangan tertulis yang diterima pada, Jumat 16 Agustus 2025.
Sudewo mengaku tidak akan mundur dan melepaskan jabatanya sebagai Bupati Pati karena desakan dan tuntutan massa yang telah menggelar unjuk rasa melibatkan 300 ribu warga Pati pada Rabu 13 Agustus 2025 lalu.
"Saya dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan secara demokratis, jadi saya tidak bisa berhenti dengan tuntutan itu, semua ada mekanismenya,” tegas politisi Partai Gerindra ini.
Meski telah dihujat masyarakat, Sudewo tetap mengajak seluruh warga Pati untuk menjaga kekompakan.
"Pati adalah milik semua warga dan harus dijaga bersama demi kelancaran pembangunan serta pelayanan publik" ucap Sudewo.
Tak hanya itu, Sudewo juga menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah korban luka luka yang terdampak dalam aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di depan kantor Bupati Pati.
“Korban sudah ditangani pihak rumah sakit, saya minta untuk ditangani sebaik-baiknya. Mereka yang sedang sakit mudah-mudahan segera membaik, sehat walafiat kembali,” pungkasnya.
Pernyataan resmi itu dilontarkan Bupati Sudewo pasca aksi 13 Agustus yang berlangsung di depan Pendopo Kabupaten Pati.
Sudewo mengklaim bahwa secara umum situasi telah kondusif. Selain itu, massa telah membubarkan diri, meskipun masih ada segelintir orang yang bertahan di lokasi.
“Saya kira sudah berhenti, begitu ya. Sudah lengang di mana-mana, tapi masih sebagian kecil yang berada di depan, tapi kayaknya itu bukan pendemo yang dari tadi pagi. Jadi, secara garis besar itu sudah selesai,” ujarnya.
Sudewo mengungkapkan bahwa dirinya memahami emosi masyarakat. Ia juga mengatakan pentingnya mengambil pelajaran dari kejadian tersebut, terutama karena dirinya baru menjabat beberapa bulan dan masih banyak hal yang perlu dibenahi.
“Ini merupakan proses pembelajaran bagi saya karena juga baru saja beberapa bulan menjabat sebagai Bupati, banyak kekurangan, masih banyak kelemahan yang harus kami benahi ke depan,” tutupnya.