JEPARA — Kalangan santri di Kabupaten Jepara diminta bijak menyikapi arus informasi di era digital saat ini. Salah satunya fenomena konten negatif terkait isu pesantren yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
Harapan itu disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo, dihadapan ribuan santri saat peringatan Hari Santri di Jepara.
Bupati Witiarso mengatakan, akhir akhir ini masyarakat disuguhi hal-hal yang tidak baik di media sosial, seperti halnya konten-konten yang berseliweran menarasikan pesantren.
"Jika kita hanya melihat (konten-konten negatif) tanpa memahami ilmu yang diberikan para ulama atau kiai kita, yang terjadi adalah Fear of Missing Out (Fomo),” ujar Bupati Witiarso pada Kamis (23/10/2025).
Menurut Witiarso, santri yang memiliki bekal ilmu agama harus mampu menjadi penjaga moral di tengah derasnya arus informasi.
Santri yang sudah berilmu, kata Witiarso, harus mampu memberikan pemahaman ketika melihat konten yang narasinya tidak baik atau merendahkan kiai maupun pesantren.
"Kita harus menjelaskan bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan para ulama,” pinta Witiarso.
Lomba Hari Santri di Jepara
Untuk diketahui, Pemkab Jepara menggelar Apel Hari Santri Nasional di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Jepara.
Kegiatan ini menjadi penting memperkuat semangat keislaman, kebangsaan, dan peran santri dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa.
Apel tersebut dihadiri oleh Bupati Witiarso Utomo, Forkopimda, tokoh ulama, serta ratusan santri dari berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Jepara.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan dari Baznas Jepara. Meliputi santunan Yatama, bantuan santri kurang mampu, serta bantuan bagi guru madrasah diniyah (Madin).
Selain itu, Bupati Witiarso juga menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba Hari Santri Nasional 2025. Diantaranya hafalan Alfiyah, lomba vlog tingkat MTs/SMP dan MA/SMA/SMK, lomba murottal tingkat SD/MI.
Kemudian lomba khitobah tingkat RA/TK, MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA/SMK, Santri Award untuk kategori bidang pendidikan, kewirausahaan, dan sosial.
"Peringatan Hari Santri bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan kiai dalam memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga keutuhan bangsa, " terangnya.