JEPARA — Meningkatnya angka perceraian di Kabupaten Jepara sangat membuat prihatin. Berdasarkan data dari laman Pengadilan Agama Jepara, terdapat 845 kasus cerai gugat, 205 kasus cerai talak, dan 145 permohonan dispensasi kawin hingga pertengahan tahun 2025.
Keprihatinan itu diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Jepara, Mohamad Ibnu Hajar, di sela sela acara Grand Final Apresiasi Duta Generasi Berencana (GenRe) tingkat Kabupaten Jepara tahun 2025.
Kegiatan yang telah berlangsung memasuki tahun ke delapan ini, bertempat Pendopo RA. Kartini, kemarin malam.
Agenda ini juga sebagai upaya meningkatkan peran remaja dalam program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Banggakencana).
"Ini alarm sosial yang tidak bisa kita abaikan. Generasi muda harus ambil peran nyata dalam mengedukasi masyarakat, agar pernikahan tidak lagi dilakukan atas dasar keterpaksaan atau ketidaksiapan," tegas Wabup Hajar.
Karena itu, kata Hajar, pemilihan Duta GenRe diharapkan menjadi wadah mencetak duta-duta muda. Yakni mampu menyuarakan pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga sejak dini.
Tidak hanya menjadi panutan di kalangan sebaya, imbuh Hajar, Duta GenRe juga harus aktif berkampanye hidup sehat dan bebas NAPZA. Serta menyuarakan pentingnya menjaga jarak kelahiran dan idealnya memiliki dua anak cukup.
"Saya harap melalui ajang ini lahir tokoh muda yang cerdas, visioner, dan inovatif dalam menyebarkan virus positif tentang perencanaan kehidupan berkeluarga. Kepada para juara, saya ucapkan selamat dan semoga siap menjadi yang terbaik di tingkat provinsi maupun nasional," pinta Hajar.
Hajar juga menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial saja. Namun merupakan bentuk nyata pembangunan sumber daya manusia di kalangan remaja.
"Tahun ini sudah tahun ke-8 pelaksanaan pemilihan Duta GenRe di Jepara. Ini bukan sekadar ajang seleksi, tetapi telah menjadi ruang penting untuk membentuk generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berkarakter," tukas Gus Hajar.
Sementara itu, Grand Final Apresiasi Duta GenRe Kabupaten Jepara tahun 2025, juga dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jepara.
Kegiatan ini menjadi ajang strategis Pemkab Jepara mendukung remaja berperan aktif mencegah pernikahan dini, seks pra nikah dan penyalahgunaan NAPZA. Serta mencegah stunting, demi mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing tinggi.
Rangkaian acara dipungkasi penganugerahan kepada para peserta terbaik yang berhasil meraih gelar Duta GenRe Jepara 2025. Pemkab Jepara berharap apresiasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan dalam pembangunan keluarga di Jepara.
Dengan semangat "Jepara MULUS" (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius), kegiatan ini menjadi langkah awal yang kuat dalam membentuk generasi emas Jepara yang lebih sehat dan siap menyongsong masa depan