Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Wonosobo Kekurangan Sampah, Desa Talunombo Beli Sampah Plastik untuk Dijadikan BBM

Warga menjual sampah plastik di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Lestari Desa Talunombo Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo.

Wonosobo — Untuk memastikan pasokan bahan baku pembuatan BBM tetap tersedia, Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, membeli sampah dari masyarakat dan warga desa sekitar.


Terobosan baru kembali ditunjukkan Desa Talunombo dalam pengelolaan sampah. Kini, sampah plastik diolah jadi BBM setara solar melalui teknologi pirolisis.


Langkah ini menjadikan Talunombo sebagai salah satu desa pionir dalam pemanfaatan sampah plastik jadi BBM. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, inisiatif ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga.


Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Lestari Talunombo, Eko Pratyawan menjelaskan, bahwa pembelian sampah plastik dari warga telah dilakukan selama enam bulan terakhir. Sampah tersebut kemudian diolah menggunakan mesin pirolisis menjadi BBM setara solar.


"Kami menerima sampah plastik dari masyarakat untuk kami olah menjadi BBM setara solar. Semoga kegiatan ini bisa menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru," kata Eko, Minggu (28/09/2025).


BBM yang dihasilkan dari proses ini telah memperoleh sertifikasi dari Lembaga Migas, sehingga aman digunakan untuk berbagai mesin. Termasuk alat pertanian dan kendaraan berbahan bakar solar. Harga jual BBM hasil pirolisis ditetapkan sebesar Rp10.000 per liter.

Inisiatif pengolahan sampah plastik jadi BBM ini tidak hanya dilakukan oleh Talunombo sendiri. Desa ini juga bekerja sama dengan desa-desa lain di Kecamatan Sapuran, termasuk TPS Desa Sedayu, untuk memasok sampah plastik yang dibutuhkan sebagai bahan baku mesin pirolisis.


"Kolaborasi ini memperkuat rantai pasokan dan memperluas dampak positif terhadap lingkungan. Dengan permintaan plastik bekas yang stabil, masyarakat sekitar pun terdorong untuk memilah sampah dan menjualnya ke KSM Lestari," jelasnya.


Inovasi Talunombo bukan hal baru. Sebelumnya, desa ini sempat mendapat sorotan nasional karena menerapkan sistem pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menggunakan sampah.


Kepala Desa Talunombo, Badarudin, menegaskan bahwa langkah mengolah sampah plastik jadi BBM merupakan bentuk komitmen desa dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kemandirian energi.


"Kami ingin Talunombo menjadi contoh bahwa desa bisa berinovasi, mengubah masalah sampah menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, upaya ini bisa direplikasi di desa-desa lain di Indonesia," kata Badarudin.


Langkah Desa Talunombo ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa sampah plastik tidak hanya sekadar limbah, melainkan dapat menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan.